Minimnya Gairah Literasi, Pilar Media Gelar Workshop ‘Ayo Menulis Buku’

Workshop ‘Bagaimana Menerbitkan Buku” digelar di Balai Diklat Industri, Jl. WR. Supratman 302, Tohpati – Denpasar, dan diikuti oleh para guru dan tenaga pendidik dan khalayak umum yang memiliki minat mengembangkan tulisannya ke dalam sebuah buku.
Balinetizen, Denpasar
Mencatat adalah suatu ritual wajib untuk menulis, mencatat ide, peristiwa atau hal-hal terkecil apapun yang pastinya berguna untuk memperkaya data dan informasi sebagai suatu kesatuan yang melengkapi dalamnya sang penulis dalam menyampaikan alur sebuah tulisan.
Hal tersebut dikemukakan oleh Oka Rusmini, Seorang Penulis yang menjadi narasumber dari Workshop ‘Bagaimana Menerbitkan Buku’ yang diselenggarakan oleh Pilar Media, Sebuah penerbitan buku yang peduli terhadap perkembangan literasi buku di Pulau Bali.
Workshop digelar di Balai Diklat Industri, Jl. WR. Supratman 302, Tohpati – Denpasar, dan diikuti oleh para guru dan tenaga pendidik dan khalayak umum yang memiliki minat mengembangkan tulisannya ke dalam sebuah buku.
Oka Rusmini memberikan paparan tutorialnya terkait bagaimana pengalamannya selama ini dalam menjabarkan Ide, Kerangka Tulisan, Proses Menulis, Menerbitkan dan Promosi sebuah buku sehingga buku-buku yang dihasilkan menjadi karya-karya yang menggugah dan terbilang fenomenal.
Oka Rusmini, Penulis yang lahir dan ‘gede’ di Jakarta ini lahir 11 Juli 1967 dan berbagai macam perhargaan telah diraihnya, diantaranya Penghargaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (2003 dan 2012), Anugerah Sastra Tantular, Balai Bahasa Denpasar Provinsi Bali (2012), South East Asian (SEA) Write Award, Bangkok Thailand (2012) dan Kusala Sastra Khatulistiwa (2013/2014). Pada Tahun 2017, terpilih sebagai Ikon Berprestasi Indonesia Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Kategori Seni dan Budaya.
Sering diundang dalam berbagai forum sastra nasional dan internasional, antara lain Festival Sastra Winternachten di Den Haag, Amsterdam, Belanda dan menjadi penulis tamu di Universitas Hamburg, Jerman (2003) dan Universitas Napoli, Italia (2015): Singapore Writers Festival di Singapura (2011): OZ Festival di Adelaide, Australia (2013), Frankfurt Book Fair, Frankfurt Jerman (2015) dan Asian Literature Creative Workshop di Seoul Art Space Yeonhui, Korea Selatan (2017).
Bukunya yang telah terbit : Monolog Pohon (2000), Kenanga (2003), Patiwangi (2003), Warna Kita (2007), Akar Pule (2012), Pandora (2008), Tempurung (2010) dan Saiban (2014), Sejak tahun 1990 sampai kini bekerja sebagai Wartawan Bali Post di Denpasar, Bali.
“Tujuan kami mengadakan workshop ini berangkat dari kegalauan kami melihat minimnya literasi di Bali saat ini dan ditambah lagi dengan tidak begitu masifnya diadakan kegiatan ‘Ayo Mengarang’ di sekolah-sekolah saat ini seperti yang terjadi beberapa tahun silam,” kata Thiolina Marpaung dari PILAR MEDIA. (hidayat)
Editor : Sutiawan
Baca Juga :
Wagub Cok Ace Sampaikan Kebanggaan Tri Hita Karana Dijadikan Landasan dalam Forum Internasional RICH 70 Tsinghua Southeast Asia Cloud Forum

Leave a Comment

Your email address will not be published.