Bupati Tinjau Utilitas Terpadu Bawah Tanah di Basangkasa, Kuta : Tahap Awal Target 10 KM

Avatar

Bupati Nyoman Giri Prasta dan Wabup. Ketut  Suiasa meninjau proyek utilitas terpadu bawah tanah di ruas jalan Br. Basangkasa hingga Br. Pering, Selasa (2/4) lalu.

Balinetizen, Kuta

Pemerintah Kabupaten Badung dibawah kepemimpinan Bupati Giri Prasta dan Wabup. Suiasa sangat komit menata utilitas terpadu bawah tanah khususnya di wilayah Kuta. Komitmen ini telah diwujudkan dengan pembangunan terowongan utilitas bawah tanah secara bertahap. Guna memastikan proyek tersebut berjalan dengan baik, Selasa (2/4) lalu, Bupati bersama Wabup. langsung turun ke lapangan meninjau proyek utilitas terpadu bawah tanah di ruas jalan Br. Basangkasa hingga Br. Pering sepanjang 1,8 km.

Menurut Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung IB Surya Suamba, penataan perangkat (utilitas) kabel listrik dan kabel telekomunikasi yang tidak beraturan di kawasan Seminyak Kuta ini dananya dari anggaran APBD Badung tahun 2018 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 28.417.174.892,-. Pembangunan utilitas diambil oleh Kontraktor PT. Trijaya Nasional dengan Konsultan PT. Kencana Adhi Karma. Pengerjaan dilaksanakan selama 240 hari dengan box utilitas menggunakan beton pracetak ukuran 150×180 cm. “Utilitas ini sudah selesai dikerjakan, dengan metode kerja (clean construction), mulai pukul 21.00 wita hingga 06.00 wita,” terangnya.

Sementara Bupati Giri Prasta mengatakan, program ini telah masuk pada Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) berkenaan dengan utilitas terpadu bawah tanah. Bupati mempunyai prinsip menjaga keindahan, estetika dengan melakukan modernisasi ke bawah. Bupati menargetkan di wilayah Kuta dibangun utilitas terpadu bawah tanah sepanjang 10 km, mulai dari Seminyak-Legian dan Kuta. “Tahap awal kita lakukan 10 km dulu. Kenapa kita mulai dari Seminyak, karena konektifitas PLN yang di Sunset Road itu masuknya dari Seminyak,” jelasnya.

Baca Juga :
Para Pemimpin Demonstrasi Hong Kong Bawa Diplomasi HAM ke AS

Dengan pembangunam ini Bupati juga menginginkan Dinas PUPR Badung dapat mentraining dirinya sendiri, mengkomunikasikan dengan pihak yang mempunyai kemampuan yang lebih tinggi kaitannya dengan MRT nanti. “Kami kira sama, tinggal cukup yang lebih besar lagi. Kita targetkan ini dulu, kita harus jaga dengan baik,” terangnya. Cara kerja utilitas ini, mungkin masyarakat tidak mengetahui, karena dikerjakan pada malam hari, termasuk untuk perbaikan trotoar. Bupati juga memberi apresiasi kepada PLN, Telkom dan profider yang lain, diwajibkan utilitasnya agar diturunkan ke utilitas terpadu yang telah disiapkan. “Kami akan buatkan ketentuan, maksimal bulan Juni ini sudah selesai semua, kalau tidak kami akan cabut semua,” tegasnya.

Sumber : Humas Badung

Leave a Comment

Your email address will not be published.