Made Satria Perjuangkan Pertanian Hidroponik Nusa Penida, Sejahterakan Petani dan Dukung Pariwisata

Avatar

Foto: Tokoh masyarakat Nusa Penida I Made Satria S.H., yang juga caleg DPRD Klungkung dapil Nusa Penida nomor urut 1 dari PDI Perjuangan

Balinetizen, Klungkung

Sektor pariwisata memang menjadi primadona baru untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Namun sektor lainnya seperti pertanian diharapkan tidak serta merta ditinggalkan masyarakat. Apalagi juga jika sampai tidak mendapatkan perhatian serius pemerintah daerah.

Malah sebaliknya, produk-produk pertanian di Nusa Penida seperti sayuran maupun buah-buahan dan produk hortikultura lainnya diharapkan nantinya mampu mendukung perkembangan pariwisata Nusa Penida dan juga dipasarkan ke hotel dan restoran di seluruh Bali khususnya Bali Selatan.

Demikian diungkapkan tokoh masyarakat Nusa Penida I Made Satria S.H., yang juga caleg DPRD Klungkung dapil Nusa Penida nomor urut 1 dari PDI Perjuangan ditemui di sela-sela simakrama bersama warga di Klungkung, Rabu (3/4/2019).

Namun salah satu kendala yang harus dipecahkan bagi pertanian Nusa Penida adalah persoalan air. Sebab saat musim kemarau tiba masyarakat kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari apalagi juga untuk budidaya pertanian.

Agar pertanian di Nusa Penida tidak tergantung dengan air dan bisa dikerjakan sepanjang musim Made Satria menawarkan solusi perlu dikembangkan sistem dan pola pertanian hidroponik. Ia pun akan serius memperjuangkan hal ini di DPRD Klungkung nantinya.

Pertanian hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponiklebih sedikit daripada kebutuhan air padabudidaya dengan tanah.

“Budidaya pertanian dengan hidroponik tidak butuh air banyak. Jadi ini solusi untuk atasi masalah air di Nusa Penida agar petani tetap bisa bercocok tanam dalam kondisi apapun,” kata pria kelahiran Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Nusa Penida, 18 April 1972 silam itu.

Baca Juga :
Buka Temu Wirasa Koperasi Se Badung,  Wakil Bupati Suiasa : Koperasi Berkontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Badung

Dorong Pemerintah Serius Kembangkan Hidroponik Nusa Penida

Menurutnya budidaya pertanian hidroponik ini cocok untuk berbagai jenis sayuran dan buah  seperti selada, bayam, kentang, kangkung, daun bawang, paprika, mentimun, tomat, semangka hingga strawberry. Hasilnya pun cukup bagus dan sehat karena juga menerapkan pertanian organik tanpa banyak bahan kimia.

Produktivitasnya juga cukup tinggi dan lebih mudah dibudidayakan dari pada pertanian konvensional. Hasil panen bisa lebih cepat dengan harga jual yang lebih menguntungkan serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Terlebih juga permintaan untuk hasil budidaya sayuran dan buah hidroponik ini sangat tinggi untuk konsumsi di hotel maupun restoran serta pada swalayan.

“Jadi permintaan dan pasarnya ada utamanya untuk mendukung pariwisata. Maka saya dorong pertanian hidroponik ini juga ke depan untuk mendukung pariwisata di Nusa Penida dan Bali pada umumnya,” imbuh Made Satria.

Untuk itulah pihaknya mendorong pemerintah daerah agar serius membantu petani di Nusa Penida mengembangkan budidaya hidroponik. Perlu dibuat kelompok-kelompok tani skala kecil untuk belajar bercocok tanam hidroponik.

“Lalu mereka harus dibantu untuk menyediakan instansi budidaya hidroponik kemudian juga akses permodalan. Hingga akses pasarnya utama ke swalayan, hotel dan restoran,” harap kakak dari tokoh Nusa Penida Ketut Leo ini.

Terlebih juga sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali yang mewajibkan toko swalayan, hotel restoran dan katering untuk menyerap produk lokal.

“Jadi pertanian hidroponik di Nusa Penida harus dikembangkan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan dalam jangka panjang mendukung pariwisata Nusa Penida,” katanya kakak ipar dari Ni Luh Kadek Dwi Yustiawati caleg DPRD Provinsi Bali dari PDI Perjuangan dapil Klungkung nomor urut 3 itu.

Baca Juga :
Polisi periksa dua saksi terkait kebakaran lapak pemulung di Mampang

“Kami harapkan Nusa Penida ke depan bisa jadi salah satu ikon daerah yang sukses mengembangkan pertanian hidroponik di Bali,” pungkas Made Satria.

Juga Perjuangkan Bibit Unggul dan Pupuk

Sementara itu banyak aspirasi lainnya pula terkait permasalahan pertanian Nusa Penida yang disampaikan warga kepada Made Satria agar bisa difasilitasi dan diperjuangkan solusinya ketika tokoh Nusa Penida ini terpilih sebagai Anggota DPRD Klungkung.

Misalnya menyangkut persoalan minimnya ketersediaan bibit pertanian unggul di Nusa Penida. Dimana hal ini juga menghambat petani untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas dan bernilai ekonomis lebih tinggi. Hingga juga minimnya bantuan pupuk bersubsidi kepada petani.

“Petani keluhkan susah dapat bibit dan pupuk yang baik. Harapan mereka hal ini agar diperjuangkan dan saya siap untuk itu.
Apa penyebabnya? Apa kendala? Apakah memang jatah pupuk yang masuk dibatasi? Saya akan pelajari dan komunikasikan nanti di eksekutif dan legislatif,” ungkap Made Satria

Bahkan jauh sebelum pencalonan dirinya sebagai calon anggota DPRD Klungkung, Made Satria dan Dwi Yustiawati sudah turun simakrama dan menyerap aspirasi ke seluruh titik di kawasan Kecamatan Nusa Penida serta membantu berbagai kebutuhan warga seperti penyediaan sumur bor untuk akses air bersih hingga membantu pembangunan pura di sejumlah titik.

“Respon masyarakat cukup baik. Mereka harapkan figur baru di legislatif untuk memperjuangkan aspirasi mereka dan membangun Klungkung dengan tulus,” tandas Made Satria. (wid)

Leave a Comment

Your email address will not be published.