Buka Pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPPD , Wabup Minta Pahami SOP

 

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC), Kamis (4/4)

Balinetizen, Jembrana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC), Kamis (4/4). Acara yang digelar  di gedung Kesenian DR Ir. Soekarno dibuka Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turut dihadiri  perwakilan dari BPBD Provinsi Bali sekaligus menjadi pemateri dalam kegiatan pelatihan tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana, mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan  dan pemahaman kepada TRC (Tim Reaksi Cepat) serta untuk meningkatkan semangat, disiplin, dan kinerja pegawai dilingkungan BPBD serta pelayan yang baik terhadap masyarakat khususnya masyarakat yang terdampak bencana.

Kegiatan pelatihan lanjutnya berlangsung selama 3 hari dari tanggal 4 sampai 7 April 2019 yaitu pemberian materi yang akan dilaksanakan didalam ruangan selama 1 hari dan 2 hari berupa  praktek lapangan dan simulasi. “Total peserta sejumlah 40 orang yang terdiri dari karyawan/karyawati BPBD Kabupaten Jembrana. Sedangkan Instruktur berasal dari BPBD Provinsi Bali, Basarnas, BMKG, TNI, serta dari POLRI,” paparnya.

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan berharap agar  seluruh anggota TCR (Tim Reaksi Cepat) BPBD dapat  mengikuti bimtek dengan baik . Selain itu Wabup Kembang juga berpesan agar dalam perekrutan anggota BPBD agar mengutamakan yang memiliki kesehatan dan fisik yang baik serta keberanian yang lebih. karena mengingat kompleksnya tugas-tugas BPBD dalam  tata cara penyelesaian persoalan dilapangan.

“Dengan dilaksanakan pelatihan dan simulasi terhadap penanganan bencana saya harap ketika terjun kelapangan anggota dapat menyelesaikan masalah. Contohnya ketika terjadibencana banjir, apa saja yang harus dipersiapkan, serta bagaimana  SOP (standar operasional prosedur)  yang mesti dijalankan dalam memberikan pelayanan. Hal itu penting  sehingga dapat meminimalisir adanya korban serta kerugian  harta benda,” ucap Wabup Kembang.(ari/hmsj)

Baca Juga :
Wagub Cok Ace Inginkan Format Kepariwisataan yang Mengedepankan Manusia Bali dan Alam Bali yang Berbudaya

Sumber : Humas Jembrana

Leave a Comment

Your email address will not be published.