Luar Biasa!!! Demokrat Bali “S14P” Gaji Caleg Gagal, Pertama di Indonesia

Avatar

Foto: Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta.

Balinetizen, Denpasar

Totalitas Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta dalam membesarkan partainya di Bali memang tak perlu diragukan lagi. Politisi yang sejak awal ikut membidani lahirnya Demokrat di Bali ini juga tak kenal lelah berjuang.

Ia juga tak pernah kehabisan ide kreatif untuk mendongkrak perolehan suara partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini di Pulau Dewata Begitu juga pada Pilge 17 April 2019 ini.

Partai Demokrat Bali di bawah kepemimpinan Mudarta tercatat sebagai partai pertama dan satu-satunya di Bali yang berani mengaji para calegnya yang gagal terpilih sebagai anggota legislatif. Bahkan terobosan Demokrat Bali ini bisa menjadi yang pertama di Indonesia.

Pola ini disebut sebagai dana garansi elektoral Partai Demokrat Bali. Ini memberikan jaminan dan kepastian bagi caleg Demokrat untuk tingkatkan DPRD kabupaten/kota se-Bali dan DPRD Bali yang gagal terpilih mereka tetap bisa mendapatkan apresiasi dan gaji dari partai.

Hal ini sepanjang perolehan suara mereka minimal 15 persen dari total (akumulasi) perolehan suara partai dan caleg Demokrat keseluruhan di suatu daerah pemilihan (dapil).

“Dengan adanya dana garansi elektoral ini dipastikan semua caleg all out berjuang. Mereka tetap ada kebanggaan. Yang tidak jadi anggota DPRD tetap dapat gaji,” kata Mudarta saat ditemui di Denpasar, Jumat (5/4/2019).

Mudarta menegaskan salah satu keputusan strategis DPD Partai Demokrat Bali dengan memberikan insentif kepada caleg yang tidak terpilih tapi memperoleh suara minimal 15 persen dan angka di atasnya di dapil masing-masing. Hal ini belum pernah dilakukan partai lain.

“Kami rasa kebijakan ini sangat strategis untuk  membuat para caleg agar semangat meraih suara sebanyak-banyaknya dan bisa totalitas ikut mengembalikan kejayaan Partai Demokrat. Ini juga agar bisa memelihara caleg yang dapat dukungan rakyat walaupun gagal terpilih,” terang Mudarta.

Baca Juga :
Wagub Cok Ace Rapat Dengar Pendapat Bersama BLUD DPD RI

Besaran Gaji dari Rp 2 Juta hingga Rp 4 Juta per Bulan

Lebih jauh dijelaskan bagi caleg Demokrat yang maju ke DPRD Bali maupun DPRD Kabupaten/Kota se-Bali yang gagal terpilih namun meraih suara minimal 15 persen di dapil masing-masing akan mendapatkan gaji bulanan sebesar Rp 2 juta. Sementara bagi caleg yang meraih suara di kisaran 20  persen akan digaji Rp 3 juta per bulan.

Lalu caleg yang meraih suara 25 persen akan digaji Rp 4 juta per bulan. Sementara gaji Rp 5 juta per bulan menanti bagi caleg yang meraih suara 30 persen di dapil.

“Dana garansi elektoral ini kami berikan untuk meningkatkan motivasi caleg bekerja. Ini adalah terobosan berdasarkan pengalaman lima tahun sebelumnya. Ini strategi agar caleg bekerja maksimal,” terang Mudarta.

Saat ditanya dari mana sumber dana untuk menggaji caleg gagal ini, Mudarta menerangkan bahwa sumber dananya dari dana urunan iuran bulanan Fraksi Demokrat DPRD kabupaten/kota se-Bali dan DPRD Bali.

“Caleg yang terpilih jadi anggota legislatif ini kan bukan karena suara sendiri. Tapi juga dapat sokongan suara di bawahnya. Jadi wajar mereka ikut iuran memperhatikan caleg yang gagal,” ujar Mudarta.

Sudah Jadi SK DPD Demokrat Bali, Wajib Dibayarkan Tiap Bulan

Politisi Demokrat asal Jembrana itu menegaskan dana gaji tersebut sudah menjadi Keputusan DPD Partai Demokrat Bali yang akan dibayarkan kepada para caleg yang memenuhi persyaratan tersebut. “Ini keputusan DPD dan sudah ada SK DPD Partai Demokrat. Ini wajib diberikan nanti. Nilainya sudah diperhitungkan dengan matang,” imbuh politisi Demokrat sekaligus pengusaha yang dikenal dermawan ini.

Selain membuat  para caleg bersemangat bekerja maksimal meraih suara, adanya garansi elektoral berupa gaji bulanan ini juga akan membuat para caleg yang belum terpilih pun merasa tetap dihargai dan kalah secara terhormat dalam perjuangannya. “Ada gaji itu membuat caleg yang belum terpilih merasa tetap terhormat dan bangga,” tegas Mudarta.

Baca Juga :
Arsa Jaya Minta Civitas Akademika Kampus Bantu Endorse Pelaksanaan Pilwali 2020 di Medsos

Bahkan Mudarta mengklaim Partai Demokrat Bali merupakan partai pertama dan satu-satunya yang menerapkan pola gaji ini bagi caleg yang kalah. “Di Bali kami partai pertama. Kalau ini dikopipaste untuk nasional dalam tempo sesingkat-singkatnya bagus bisa meningkatkan semangat caleg Demokrat,” harap Mudarta.

Terobosan ini juga bentuk  kerja nyata DPD Demokrat Bali yang selalu memberikan inovasi dan ide-ide kreatif yang cerdas dan strategis. Hal ini juga sebagai bagian bentuk totalitas pengabdian Mudarta yang telah dua periode memimpin DPD Partai Demokrat Bali. (wid)

Leave a Comment

Your email address will not be published.