Launching Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik, Bupati Artha Ajak Jaga Alam Bali dan Warisan Leluhur

Bupati Jembrana I Putu Artha Launching Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik

Balinetizen, Jembrana

Gerakan Berencana Bali Resik Sampah Plastik di Kabupaten Jembrana di pusatkan di pasar ijo gading dan di sungai ijo gading, Minggu (7/4). Gerakan yang digelar serentak ini dikuiti Bupati Jembrana I Putu Artha, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, forkopimda dan sekitar 500 orang terdiri dari bendesa adat, masyarakat, pelajar, pegawai BUMN, ASN,TNI/Polri dan kelompok peduli lingkungan.

Ketua panitia gerakan berencana Bali resik sampah plastik I Wayan Sudiarta mengatakan, gerakan ini di Kabupaten Jembrana di laksanakan di 5 lokasi, di pantai Yeh Leh sampai dengan rest area pengeregaoan, pantai Rambut Siwi, Sungai Ijo Gading dan Pasar Umum Negara, Pasar Melaya dan di museum manusia purba Gilimanuk. ”Gerakan semesta berencana bali resik sampah plastik bertujuan untuk mewujudkan partisipasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap lingkungan,” ujarnya.

Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, gerakan berencana Bali resik sampah plastik yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Bali, bertujuan untuk menunjukkan partisipasi dan kepedulian masyarakar Bali terhadap pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai. “Gerakan ini untuk menghormati warisan para leluhur mengenai cara dan melihara, menjaga alam Bali yang bersifat khas, indah, dan metaksu yang di tuangkan menjadi nilai-nilai tri hita karana,” terang Bupati Artha.

Bupati Artha menambahkan, kegiatan gerakan semesta berencana bali resik sampah plastik juga bentuk implementasi dari peraturan Gubernur Bali nomor 97 tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Kegiatan semesta berencana bali resik sampah plastik ini sengaja dipilih di sungai Ijo Gading dan pasar umum Negara sebagai lokasi pusat kegiatan untuk menciptakan lingkungan hidupyang hijau, indah dan bersih serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi mayarakat dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup secara mandiri.

Baca Juga :
Hasil Trecing Kasus Pertama, Satu Warga Bebandem Kembali Terkonfirmasi Positif Covid-19

Dengan kegiatan ini, bupati berharap kepada masyarakat terutama yang ada di sepanjang sungai Ijo Gading supaya mereka paham untuk membuang sampah plastik ke sungai dampaknya karena bisa membahayakan diri sendiri melainkan membahayakan lingkungan di sekitar. Karena itu, Bupati Artha mengimbau kepada masyarakat tidak saja di pesisir sungai dan di rumah masing-masing pun bagaimana kita bisa cara memilah sampah supaya bisa menjadi contoh maka dari itu kepala desa, lurah, kepala lingkungan dan Dinas Lingkungan Hidup supaya menerapkan apa yang menjadi program penertiban sampah plastik.

Bupati Artha berharap supaya masyarakat sadar bahwa sungai itu sangat di sakralkan apalagi apalagi semua umat,untuk sungai ijo gading ini apa yang dulunya menggunakan sungai ini untuk transportasi lewat sungai itu biar bisa diaktifkan lagi apalagi setiap tanggal bulan agustus kita selalu mengadakan lomba sampan. “Supaya ini kita mamfaatkan jangan sampai nanti sungai ini tidak berfungsi untuk kegiatan-kegiatan apa yang kita laksanakan dan programkan maka dari itu kami menghimbau kepada masyarakat yang utamanya yang berada pesisir sungai supaya betul-betul ikut sadar jangan membuang sampah ke sungai karena itu membahayakan bagi umat manusia,” ungkapnya.

Disamping itu, Bupati Artha mengharapkan bagi rumah tangga bisa memilah dan memilih sampahnya dan dikelola di masing-masing rumah tangga. ” Kalau semua sadar ,semua mampu apa yang dilaksanakan kami yakin sungai ini pasti akan bersih dan berfungi bermamfaat bagi kehidupan manusai, ” tandas bupati Artha.( Humas jembrana)

Sumber : Humas Jembrana

Leave a Comment

Your email address will not be published.