Wabup Suiasa Serahkan Hibah Rp 1,3 M Lebih  di Pura Ulun Desa

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa menyerahkan bantuan hibah di Pura Ulun Desa, Banjar Adat Telengis, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, Senin (8/4).

Ngenteg Linggih  di Pura Ulun Desa, Banjar Adat Telengis Desa Bengkel Tabanan

Balinetizen, Tabanan

Usai pemugaran dan pembangunan beberapa palinggih di Pura Ulun Desa, Banjar Adat Telengis, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, dilaksanakan upacara Ngenteg Linggih. Acara dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Bupati Tabanan I Komang Sanjaya, para tokoh adat dan masyarakat Desa Bengkel, serta krama dan pangemong pura tersebut, Senin (8/4).

Ketua Panitia Pembangunan, I Wayan Kandri mengucapkan, pihaknya atas nama masyarakat Desa Bengkel mengucapkan terima kasih. Di antaranya kepada Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan dan para donator yang telah ikhlas memberikan bantuan. Sehingga dalam pembangunan Pura Pura Ulun Desa yang di-mong oleh 60 KK tersebut bisa selesai.

Dituturkan Kandri, pembangunan pura berdasarkan rembuk krama, karena jumlah pangemong kian bertambah.Guna perluasan, diawali dengan membeli dua hektare tanah di lokasi pura tersebut seharga Rp 130 juta. Sementara membangun palinggih menghabiskan Rp 900 juta. “Untuk pembangunan dan penataan pura ini, kami mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Tabanan , dan bantuan BKK dari Pemkab Badung sebesar Rp 500 Juta, serta para donatur lainnya,” ungkapnya.

Dikatakan pula, pembangunan dimulai dari tahun 2017. Sementara, pelaksanaan upacara Ngenteg Linggih dimulai Februari 2019 dengan puncak karya pada 10 April mendatang. “Biaya upacara dan pembangunan menghabiskan kurang lebih Rp 1 miliar. Kekurangan dari biaya tersebut kami tutupi dengan urunan bersama,” jelasnya.

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa dalam sambutannya mengatakan prinsip ‘Badung Angelus Bhuana’ yang berarti Badung Berbagi, dari Badung untuk Bali telah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Bali. Khususnya ikut membangun manusia Bali dengan mengajegkan adat, seni, dan budaya Bali. “Dengan pembangunan pura dan pelaksanaan upacara ini, telah menunjukkan jati diri umat se-dharma untuk tetap melestarikan seni, adat, dan agama Hindu,” ungkapnya.

Pihaknya, lanjut Wabup Suiasa, sangat mengapresiasi masyarakat Desa Bengkel yang telah melaksanakan swadharmaning agama dengan pembangunan pura serta melaksanakan upacara dengan gotong-royong dan hati yang tulus ikhlas. “Semoga dengan dilaksanakannya upacara ini, masyarakat mendapat karahajengan dan kesejahteraan oleh Ida Bhatara-bhatari yang malinggih di Pura ini. Dengan yadnya-lah kita bisa tunjukkan rasa terima kasih kepada Hyang Parama Kawi, agar kita selalu diberikan kesejahteraan,” jelasnya.

Senada dengan Wabup Suiasa, Wakil Bupati Tabanan, I Komang Sanjaya juga memberikan apresiasi. Pihaknya merasa bangga kepada warga Desa Bengkel dapat melaksanakan pembangunan dan melakukan upacara Ngenteg Linggih dengan pakedek-pakenyum. “Kami berharap ini tetap terus terjaga demi generasi muda ke depan,” imbuhnya.

Sementara, Wagub Bali, Tjokorda Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace menegaskan, yadnya merupakan tanggung jawab bersama sebagai umat Hindu kepada Hyang Parama Wisesa. “Pelaksanaan upacara ini tentu telah membawa energi yang positif kepada kita semua. Apalagi upacara ini dilaksanakan secara bersama-sama dan tulus ikhlas,” tegasnya.

Sebelum melaksanakan persembahyangan bersama, secara simbolis Wabup Suiasa menyerahkan hibah sebesar Rp 1,3 miliar lebih dan secara pribadi mapunia Rp 5 juta yang diterima langsung oleh panitia pembangunan.

Sumber : Humas Badung

Baca Juga :
Telkomsel Berikan Hadiah Milyaran Rupiah Ke Pelanggan

Leave a Comment

Your email address will not be published.