Insiden Kanker Serviks Mencapai 23,4 per 100.000 Pendudu : Dinkes Badung Sosialisasi Imunisasi Kanker Serviks

Sosialisasi lintas sektor dalam rangka pelaksanaan kegiatan evaluasi pasca imunisasi kanker serviks (HPV) tahun 2019, Selasa (30/4) di Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala Kabupaten Badung di Mangupura.

Balinetizen, Badung

Dinas Kesehatan Kabupaten Badung melaksanakan sosialisasi lintas sektor dalam rangka pelaksanaan kegiatan evaluasi pasca imunisasi kanker serviks (HPV) tahun 2019, Selasa (30/4) di Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala Kabupaten Badung di Mangupura. Acara ini dihadiri Perwakilan OPD se-Badung, Pewakilan Kecamatan, Lurah dan Desa se-Badung. Pelaksanaan acara ini diikuti sebanyak 128 orang. Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Badung yang diwakili oleh Kabid P2P dr. Putu Sunadiati, didampingi Kasi Survilans dan Imunisasi I GA Alit Naya serta mendatangkan Narasumber dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana DR. dr. AAS Sawitri dan dr. Cintya.

Dalam sambutan Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Badung yang diwakili oleh Kabid P2P dr. Putu Sunadiati menyampaikan, kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak di Dunia yang menyerang leher rahim, yang merupakan bagian reproduksi wanita, disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV).”Pada Tahun 2018, jumlah kematian yang disebabkan karena kanker serviks mencapai 311 ribu (1,19%) meninggal diseluruh dunia dari 569 ribu (1,76%) dari kasus baru seluruh kanker. di Indonesia, insiden kanker serviks mencapai 23,4 per 100.000 penduduk dengan kematian 13,9 per 100.000 yang lebih tinggi dibandingkan dengan data global yaitu 13,1 per 100.000″kata Sunadiati.

lebih lanjut dikatakan di tahun 2006, WHO telah memperkenalkan program pencegahan kanker serviks dengan memberikan rekomendasi serta melakukan vaksinasi HPV di usia 9-13 tahun, dengan pertimbangan perempuan belum beresiko berperilaku seksual aktif, dan juga melakukan deteksi dini pada usia 30-49 tahun. di Kabupaten Badung pelaksanaan imuisasi HPV telah masuk ke dalam program unggulan sejak tahun 2012, dimana imunisasi HPV diberikan secara gratis kepada anak sekolah.”Pada tahun 2012, dilaksanakan di SMA dan SMK tahun 2016 mulai dilaksanakan pada siswa SMP tahun 2017 dan  siswa SD se-Kabupaten Badung dengan tujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Imunisasi (pos imunisasi, proses imunisasi, untuk mengetahui cakupan imunisasi berdasarkan karakteristik sosial demografi, untuk mengetahui faktor pendukung dan hambatan pelaksanaan imunisasi (pengetahuan dan persepsi terhadap kanker serviks dan imunisasi HPV “imbuhannya.

Baca Juga :
JLC Award 2020, Persembahan untuk Member dan Lingkungan di Bali

Editor : Radha

Leave a Comment

Your email address will not be published.