Konflik Bupati dengan Wakil Bupati Berpengaruh pada Suara PDIP di Pileg Bangli 2019

Ilustrasi- Logo PDI Perjuangan

Secara elektoral, peta politik Bangli terbelah antara kecamatan Kintamani berbanding dengan tiga kecamatan lain di kabupaten Bangli yaitu kecamatan Bangli, Susut, dan Tembuku. Jumlah pemilih kecamatan Kintamani hampir menyaingi jumlah akumulasi pemilih di tiga kecamatan lain di kabupaten Bangli.

Walau mengalami kenaikkan perolehan suara PDIP Bangli dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2019 disinyalir masih kurang maksimal. Dalam hitungan sementara, walau masih unggul PDIP Bangli hanya menambah 3 kursi dari seluruh daerah pemilihan di kabupaten Bangli. Pada Pileg 2019 PDIP Bangli memperoleh 16 kursi (53,33%) dari sebelumnya 13 kursi (43,33%) dalam Pileg 2014. Dalam Pileg 2019 di berbagai daerah, selain efek Jokowi, dukungan kepala daerah PDIP di seluruh kabupaten di Bali lewat strategi satu jalur memberi pengaruh pada kenaikan signifikan suara PDIP dalam Pileg 2019. Calon-calon anggota legislatif PDIP dalam Pileg 2019 sangat terbantu lewat ‘pelapangan jalan’ oleh kepala daerah PDIP dalam meraih suara pemilih.

Bila dibandingkan dengan kabupaten tetangga yaitu kabupaten Badung dan Gianyar yang dipimpin oleh pasangan kepala daerah PDIP, perolehan suara PDIP dalam Pileg 2019 terpaut jauh. Perolehan suara PDIP di kabupaten Badung dan Gianyar mendominasi dan hampir menjadi single majority. Selain perolehan suara, indikasi lain untuk memperlihatkan kurang maksimalnya perolehan suara PDIP dalam Pileg 2019 di kabupaten Bangli bisa dilihat dari naiknya perolehan suara kompetitor lama PDIP di kabupaten Bangli yaitu Partai Golkar sebanyak 1 kursi dari 5 kursi (Pileg 2014) ke 6 kursi (Pileg 2019). Persaingan tidak sehat yang terjadi di internal caleg-caleg PDIP juga dianggap berpengaruh pada kurang maksimalnya suara PDIP dalam Pileg 2019 di Bangli. Bisa dikatakan bahwa efek kepala daerah PDIP dengan strategi satu jalur dalam menaikkan suara kurang terasa di kabupaten Bangli dibandingkan dengan kabupaten Badung dan Gianyar.

Baca Juga :
Gubernur Koster Dampingi Wapres Buka Puncak Peringatan Hakteknas, JK: Tidak Ada Negara Maju Tanpa Inovasi

Konflik antara Bupati Bangli dan Wakil Bupati Bangli sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat di Bangli yang mengikuti berita-berita politik di Bangli. Konflik antar pimpinan daerah PDIP di kabupaten Bangli yang telah berlangsung cukup lama ini semakin meruncing ketika memasuki Pileg 2019. Kronologinya bermula dari ‘pembagian wewenang’ dalam mengarahkan dinas, alokasi dana bantuan lewat program Gerbang Gita Santi, hingga kemudian persaingan dalam penentuan caleg-caleg di masing-masing dapil di seluruh kabupaten di Bangli. Bahkan disinyalir Bupati Bangli; I Made Gianyar memasang caleg-caleg di partai lain dalam Pileg 2019 di kabupaten Bangli.

Secara elektoral, peta politik Bangli terbelah antara kecamatan Kintamani berbanding dengan tiga kecamatan lain di kabupaten Bangli yaitu kecamatan Bangli, Susut, dan Tembuku. Jumlah pemilih kecamatan Kintamani hampir menyaingi jumlah akumulasi pemilih di tiga kecamatan lain di kabupaten Bangli. Kintamani menjadi kunci kemenangan bagi kandidat dalam pemilihan kepala daerah di kabupaten Bangli. Persaingan antara Bupati I Made Gianyar melawan Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Artha tercermin dari wilayah dukungan yaitu I Made Gianyar mewakili kecamatan Kintamani dan Sang Nyoman Sedana Artha asal kecamatan Susut. Kemenangan pasangan I Made Gianyar dan Sang Nyoman Sedana Artha (Gita) ditentukan oleh dominasi mereka di kecamatan Kintamani.

Persaingan antara Bupati I Made Gianyar versus Sang Nyoman Sedana Artha yang tercermin lewat caleg dalam Pileg 2019 di kabupaten Bangli yang mereka didukung diperkirakan hanya awal dari konflik menuju pemilihan kepala daerah (pemilukada) kabupaten Bangli 2020. Siapa yang akan mendapatkan rekomendasi dari PDIP sebagai calon bupati dan wakil bupati Bangli dalam pemilukada Bangli 2020 mencerminkan siapa yang menang dalam persaingan antara Bupati I Made Gianyar melawan Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Artha. Tetapi berdasarkan sumber-sumber di lapangan, walaupun tidak mendapatkan rekomendasi dari PDIP, Bupati I Made Gianyar yang telah berakhir dua periode kepemimpinannya tetap akan mengajukan kandidat bupati-wakil bupati Bangli lewat jalur partai lain. Persaingan antara pimpinan daerah mereka di kabupaten Bangli diperkirakan akan berlanjut di masa mendatang dan secara elektoral PDIP dan kader-kadernya sebagai pengusung terutama yang akan merasakan dampaknya. Seperti tercermin dari kurang maksimalnya suara PDIP dalam Pileg 2019 di kabupaten Bangli saat ini. Semoga persaingan antar pasangan pimpinan daerah di kabupaten Bangli ini tidak dirasakan dampaknya oleh masyarakat Bangli.

Baca Juga :
Update Covid-19, Jumat, 11 September 2020 : Positif 144 Orang, Sembuh 92 Orang, Meninggal Dunia 10 Orang

WS-TM MB

Leave a Comment

Your email address will not be published.