Serahkan 313 SK CPNS, Bupati Mahayastra Ingatkan Agar Bekerja Secara Profesional

Keterangan Foto : Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menyerahkan 313 Surat Keputusan Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS) Daerah Formasi Tahun 2018 yang terdiri dari Tenaga Honorer Kategori II, Tenaga Guru dan Tenaga Teknis di Balai Budaya Gianyar, Senin, (6/5).

Balinetizen, Gianyar
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menyerahkan 313 Surat Keputusan Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS) Daerah Formasi Tahun 2018 yang terdiri dari Tenaga Honorer Kategori II, Tenaga Guru dan Tenaga Teknis di Balai Budaya Gianyar, Senin, (6/5).

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, mengucapkan selamat kepada penerima SK CPNS yang sebagian besar merupakan tenaga guru, karena telah lolos melalui berbagai tahapan seleksi. Mahayastra berpesan, setelah menetapkan pilihan profesi sebagai guru agar dilaksanakan secara serius dan professional.

“Tidak ada lebih mulia, tugas daripada tugas seorang guru. Guru melahirkan dokter, guru melahirkan bupati, guru melahirkan DPR. Apapun profesinya, itu pasti seorang guru yang melahirkan,” tegas Mahayastra.

Ditambahkan Mahayastra, di Gianyar dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya, kesejahteraan ASN sudah mulai diperhatikan, termasuk kesejahteraan para guru. Begitu juga dengan sarana prasarana pendidikan, sudah mulai ditingkatkan salah satunya pembangunan sekolah-sekolah baru. Hal ini sejalan dengan visi misi Bupati Gianyar, yakni mencerdaskan masyarakat Gianyar dalam sector pendidikan.

“Saya ingin dari yang 313 yang saya serahkan SK hari ini, nantinya akan satu, dua, tiga atau lebih diantara adik-adik akan menjadi guru teladan, akan menajdi guru yang mewakili Bali di hampir semua event-event olimpiade,” harap Mahayastra.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Gianyar. Drs. I Ketut Artawa mengatakan, berdasar Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 514 Tahun 2018 tanggal 30 Agustus 2018 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2018, Pemerintah Kabupaten Gianyar mendapat tambahan formasi sebanyak 322 formasi. Alokasi yang diterima tersebut terdiri atas Formasi Khsusus Tenaga Honorer Kategori II sebanyak 10 orang dan Formasi Umum sebanyak 312 orang terdiri dari 305 tenaga guru dan 7 orang tenaga teknis.

Baca Juga :
Gebyar Bulan Vitamin A, Jembrana Capai 100 Persen

“Sesuai dengan peraturan menteri, kami juga alokasikan 3 formasi untuk penyandang disabilitas yang diambil dari formasi tenaga teknis dengan nama jabatan dan kualifikasi pendidikan yang sama,” terang Artawa.

Artawa menambahkan, sejak dipublikasikan melalui website Pemerintah Kabupaten Gianyar, jumlah masyarakat yang melamar sebanyak 1.317 orang. Dari jumlah pelamar tersebut, hanya 1.256 orang yang lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar dengan Metode CAT. Selanjutnya, dari 1.256 pelamar yang mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar, hanya 701 yang dinyatakan lulus untuk selanjutnya mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang.

“Dari 701 pelamar ini yang mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang ini, hanya 313 yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pemberkasan untuk diangkat menjadi CPNS,” imbuh Artawa.

Dikatakan Artawa, dari 322 formasi yang diberikan Kementerian PANRB untuk Kabupaten Gianyar, hanya 313 formasi yang bisa terisi. 9 formasi yang tidak dapat diisi yakni 8 formasi khusus Eks Tenaga Honorer Kategori II dan 1 formasi khusus penyandang disabilitas.  Formasi khusus Eks Tenaga Honorer Kategori II yang kosong tersebut tidak bisa diisi dari pelamar umum yang lulus, sebagaimana telah diatur dalam Permenpan No 36 Tahun 2018. Tidak terpenuhinya formasi khusus Eks Tenaga Honorer Kategori II ini karena tidak lulus seleksi. Sedangkan, formasi khusus penyandang disabilitas tidak bisa diisi, karena sudah tidak ada pelamar umum yang lulus dan memiliki kesesuaian kualifikasi pendidikan dan formasi jabatan yang dilamar dengan formasi khusus disabilitas tersebut. (ctr).

Leave a Comment

Your email address will not be published.