Bali Empat Besar Penyalahgunaan Rhodamin B

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bali, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni sidak takjil di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Rabu (8/5) sore.

Balinetizen, Jembrana 

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bali, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan penggunaan rhodamin B pada makanan masih marak ditemukan di Bali.

“Ini (Rhodamin B) masih manjadi PR buat kami (BBPOM). Bali itu empat besar penyalahgunaan rhodamin B pada makanan” ujarnya saat sidak takjil di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Rabu (8/5) sore.

Untuk itu masyarakat dihimbau untuk selalu teliti dalam setiap pembelian makanan dan obat dengan “Cek KLIK”, cek Kemasan, cek Label, cek Ijin edar dan cek Kadaluarsa.

Jadi lanjutnya, kalau masyarakat sudah cerdas dan tidak mau membeli makanan apalagi yang sudah kadaluarsa atau ijin edarnya tidak jelas pasti yang menyediakan makanan akan berpikir dua kali untuk membuat produk-produk makanan yang dikonsumsi konsumen.

“Tapi kalau masih saja ada yang membeli, padahal sudah kadaluarsa juga tidak ada ijin edar ya mereka terus saja menyediakan (membuat). Jadi mulai sekarang jadilah pembeli yang cerdas” tandasnya.

Sementara itu saat sidak takjil disejumlah pedagang makanan di Jalan Gunung Agung di Kelurahan Loloan Timur, petugas BBPOM menemukan puluhan kemasan bubuk minuman instan yang sudah kadaluarsa. Akan temuan tersebut pedagang dimintai untuk memusnahkan.

Disaksikan petugas BBPOM, sebanyak 33 sachet bubuk minuman dalam kemasan dimusnahkan pedagang dengan cara menggunting bungkusnya dan membuang isinya.

“Saya minta jangan pedagang kecil saja diperiksa (sidak), tapi juga pedagang besar. Barang ini sata beli di toko, tidak tahu kalau sudah kadaluarsa” gerutu pedagang sambil menggunting kemasan sachet bubuk minuman untuk dimusnahkan.

Baca Juga :
Berbagi Bersama Di tengah Pandemi Covid-19, Banjar Di Padangsambian Klod Bagikan Sembako

Didampingi petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas Koperindag Jembrana dan Asisten III Setda Jembrana Ketut Kariadi Erawan, petugas BBPOM juga menyisir sejumlah pedagang kuliner di Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara.

Dari 24 sampel makanan yang diuji laboratorium, petugas BBPOM tidak menemukan makanan atau minuman yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan seperti rhodamin B, methamin yellow, formalin dan boraks.

“Sampel makanan yang kita uji yang memiliki warna mencolok. Dari 24 sampel makanan yang diuji lab semua layak untuk dikonsumsi” pungkasnya. (Komang Tole)

Leave a Comment

Your email address will not be published.