Genah Melukat, Pura Taman Dang Kahyangan Jati di Jembrana Dipelaspas

Pemangku Pura Taman Dang Kahyangan Jati, Kadek Mertayasa

Balinetizen, Jembrana

Pura Taman genah (tempat) Melukat (pembersihan diri) diareal Pura Dang Kahyangan Jati di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, di Pelaspas, Sabtu (11/5).

Pemangku Pura Taman Dang Kahyangan Jati, Kadek Mertayasa mengatakan selain melaksanakan upacara Pemelaspasan Pura Taman pada rahine (hari) Caniscara Umanis Wuku Watugunung yang disebut Rahinan Sanghyang Aji Saraswati kemarin juga dirangkai dengan upacara Pecaruan.

“Berkaitan dengan bebantenan memakai upakara bebanten Mesekar Taman Pulogembal yang dipuput oleh Ida Perande Ketugtug Grya Pasetaman” ujar Jero Mangku.

Sementara itu, Ketut Suarjana mengatakan pembangunan Pura Taman sebenarnya sudah lama direncanakan, bahkan sudah mengajukan proposal ke pemerintah. Namun ditunggu hingga dua tahun proposal yang diajukan tidak juga kunjung turun.

Melihat kondisi tersebut dirinya atas dorongan pemendek kemudian berinisiatif untuk membangunnya. “Sebelumnya lokasinya sempit, karena itu kita bangun yang lebih luas” ujar Suarjana yang kerap dipanggil Kak Sugih.

Menurutnya, keinginan pemedek sebenatnya hanya perbaikan Padma, namun melihat lokasi yang masih kumuh sehingga selain pembuatan beberapa Padma juga dilakukan penataan yang dimulai dari penataan bawah.

“Didasari yadnya yang tulus dan antusias pemendek yang luar biasa akhirnya Pura Taman selesai dibangun. Ini belum maksimal, luasnya 5 are. Kedepan saya berencana membamgun pagar alas dan penampungan air” jelas Kak Sugih yang juga Wakil Ketua Puskor Hindunesia Dekorda Jembrana.

Untuk selanjutnya pihaknya akan memperbaiki beberapa bangunan di Utama Pura Dang Kahyangan Jati yang pembangunannya terpotong-potong atau tertunda karena jenis bantuan yang didapat terlalu kecil dibanding dengan pekerjaan yang direncanakan. Apalagi penglingsir memiliki kaul atau janji dimana tahun 2022 berencana akan melaksanakan Upacara Ngenteg Linggih.

Baca Juga :
Forkopimda Denpasar Sinergi Jaga Kondusifitas Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1942

Pihaknya, baik selaku pengempon dan masyarakat Jembrana juga akan tetap berusaha mencari celah menyambungkan dengan penerintah kabupaten dan provinsi untuk mendapatkan bantuan sehingga apa yang menjadi harapan penglingsir dan pemendek bisa terwujud.

“Astungkara, atas doa penglingsir disini dan asung kerta wara nugraha Ida Shang Hyang Widhi Wasa apa yang menjadi harapan penglingsir semuanya bisa terwujud” pungkas Kak Sugih. (Komang Tole)

Leave a Comment

Your email address will not be published.