Pemuka Agama Harus Bisa Menjadi ‘Philanthropy Mover’ Mengurangi Kemiskinan

Keterangan foto: Arief Marsudi, Ketua Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali saat Berbuka puasa dengan Pemuka agama dan Ulama yang berasal dari Kabupaten Badung dan Denpasar di Hotel Grand Zuri Kuta, Minggu (26/5/2019)/MB

(Balinetizen.com) Kuta –

Ulama dan pemuka agama sejatinya harus memiliki peran untuk menebarkan nasehat dan petuah kebajikan dan mampu menjawab tantangan jaman serta menjadi agen perubahan demi mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Pemuka agama juga berperan dalam membantu pemerintah dalam hal mengurangi kemiskinan (prasejahtera) yang harus jujur kita katakan masih ada saudara-saudara kita yang belum mampu menopang kehidupan keluarganya sehari-hari,” kata Arief Marsudi, Ketua Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali saat Berbuka puasa dengan Pemuka agama dan Ulama yang berasal dari Kabupaten Badung dan Denpasar di Hotel Grand Zuri Kuta, Minggu (26/5/2019).

Menurutnya, Persoalan kemiskinan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bali berharap para Ulama dapat menjadi ‘Philanthropy Mover’ yaitu motor penggerak untuk menggugah para dermawan agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

“Untuk para penerima bantuanpun nantinya dapat mengelola amanat yang diberikan serta menjadikan bantuan tersebut nantinya memiliki nilai tambah yang nilainya akan menjadi stimulus untuk membantu orang lain juga, jadi derajatnya akan sama,” terang Arief.

Kedepan, ACT Bali akan menggugah dan menggandeng pihak-pihak pengusaha swasta dalam berbagai program sosial kemanusiaan untuk membantu masyarakat Bali agar bisa keluar dari kemiskinan.

Lembaga sosial dan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali juga beberapa waktu lalu telah melaksanakan kegiatan penyediaan 10.000 makanan berbuka puasa yang melibatkan masyarakat dari proses hingga penerimaan lewat program “Dapur Ramadhan” yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan 1440 Hijriah.

Baca Juga :
PHRI: RUU Larangan Minuman Beralkohol negatif bagi pariwisata

Pewarta: Hidayat
Editor: Hana Sutiawati

Leave a Comment

Your email address will not be published.