Putu Astiti Saraswati, Dapat Penghargaan Kartini Inspiratif Indonesia 2019

Keterangan foto : Ibu Putu Astiti Saraswati, CEO Toya Devasya menerima penghargaan Kartini Inspiratif Indonesia di Bidang Pariwisata 2019

Balinetizen.com, Bangli

Tidak sia-sia, pahlawan nasional Indonesia yang namanya telah mendunia yaitu Raden Ajeng Kartini memperjuangkan gerakan emansipasi bagi kaum perempuan Indonesia. Perjuangan seorang putri pembesar di sebuah kabupaten kecil di pesisir utara pulau Jawa untuk mengangkat harkat dan derajat kaum perempuan dari berbagai kungkungan yang membuat mereka terpinggirkan. Semenjak perjuangan berani RA Kartini tersebut walaupun membutuhkan waktu yang panjang, telah banyak kaum perempuan Indonesia yang mampu tampil dan berprestasi di berbagai bidang kehidupan masyarakat. Walaupun tantangan tetap menghadang, kini kaum perempuan Indonesia telah mampu berdiri tegak bersanding dengan kaum pria sebagaimana dicita-citakan oleh RA Kartini di masa lampau.

Putu Astiti Saraswati adalah satu contoh bagaimana perjuangan kaum perempuan mewujudkan cita-citanya untuk mandiri dan berprestasi. Di tengah berbagai kesibukannya, Putu Astiti Saraswati tetap mampu menyeimbangkan kegiatan bisnis, sosial serta tidak melupakan keluarga. Mengatur jadwalnya yang sangat padat sebagai seorang pebisnis di bidang pariwisata, menjadi pimpinan berbagai organisasi sosial, serta menjadi ibu dari dua orang puterinya yang masih duduk di sekolah dasar. Putu Astiti Saraswati adalah potret Kartini jaman now yang masih tetap bisa mengatur waktu ditengah kesibukannya untuk urusan publik dan urusan privat.

Terlahir dari keluarga pebisnis dan profesional membuat Putu Astiti Saraswati terbiasa dengan disiplin dan kerja keras untuk meraih cita-cita. Sebagaimana potret perempuan Indonesia yang dicita-citakan RA Kartini dahulu, Putu Astini menyelesaikan pendidikan sampai jenjang pasca sarjana di negara Australia. Sempat bekerja di perusahaan di negara Kangguru, Putu Astiti Saraswati kemudian berbesar hati menahan ambisi pribadi yang sudah mapan sebagai pekerja profesional.

Baca Juga :
Sumba Kembali Digoyang Gempa Magnitudo 4.3

Baktinya kepada Guru Rupaka (orang tua) membuat Putu Astiti Saraswati kemudian pulang kampung untuk membantu usaha di bidang pariwisata yang dirintis oleh orang tuanya. Sempat merasakan tantangan perubahan dari bekerja untuk perusahaan multinasional kemudian beralih mengurus bisnis keluarga, Putu Astiti Saraswati mampu dengan cepat beradaptasi. Bisnis keluarga yang sebelumnya masih dikelola dengan konvensional kini telah menggunakan manajemen profesional serta berkembang sangat pesat. Kerja keras, disiplin, pengalaman kerja profesional di perusahaan bonafide pelan tapi tapi ditularkan Putu Astiti Saraswati ke bisnis keluarganya.

Sejak tahun 2012 Putu Astiti Saraswati menahkodai bisnis keluarga sebagai CEO yaitu usaha wisata Toya Devasya Natural Hotspring yang kini berubah tagline menjadi Toya Devasya Infinite Harmony. Sebuah usaha pariwisata one stop tourist destination yang menawarkan berbagai fasilitas yang menyeimbangkan (harmoni) 4 pilar yaitu culture (budaya), nature (alam), wellness (kesehatan jasmani dan rohani), happiness (hiburan berupa petualangan dan permainan air). Keempat pilar tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai fasilitas wisata yaitu akomodasi (villa dan camping), restaurant dan bar, ayurvedic spa, kolam air panas dan waterbom hingga berbagai paket petualangan menjelajahi dan menikmati keindahan pesona alam kaldera Batur dan keunikan budaya Bali Mula.

Selain dengan pesat mampu meningkatkan volume dan pendapatan perusahaan, dibawah kepemimpinan Putu Astiti Saraswati Toya Devasya Infinite Harmony telah mampu menampung banyak lapangan kerja terutama bagi penduduk setempat. Disamping itu keberadaan Toya Devasya Infinite Harmony telah pula ikut mendorong munculnya usaha lain seperti warung makan, laundry, rumah kos serta berbagai usaha seperti jeep tour, kelompok sadar wisata (pokdarwis). Disamping ikut berbagi rejeki dengan berbagai stakeholder pariwisata lainnya yaitu travel agent, guide serta menyumbang pendapatan bagi pemerintah daerah. Sejauh ini Putu Astiti Saraswati telah mampu memimpin Toya Devasya Infinite Harmony menjadi ikon destinasi wisata Bangli dan Bali yang diakui luas komponen pariwisata.

Baca Juga :
Diduga curi baterai menara provider anggota Polrestro Jaksel diamankan

Berkat kepemimpinan dan kesuksesan dalam menahkodai Toya Devasya Infinite Harmony, Putu Astiti Saraswati diganjar sebuah penghargaan bergengsi oleh sebuah perusahaan media di Bandung. Dalam acara Top 50 Kartini Pembawa Perubahan 2019 Jumat 24 Mei 2019 di Ramayana Room, Hotel Prama Grand Preanger, Bandung, Jawa Barat, Putu Astiti Saraswati dianugerahi penghargaan kategori : Kartini Inspiratif Indonesia di Bidang Pariwisata 2019. Dalam keterangannya pihak panitia menyebutkan bahwa ajang penghargaan bergengsi tersebut dimaksudkan untuk semakin menumbuhkan spirit kepemimpinan di kalangan perempuan Indonesia. Selain apresiasi ajang penghargaan ini selaras dengan semangat pemerintahan Jokowi menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepenuership) di kalangan generasi muda khususnya perempuan.

Ajang penghargaan Kartini Inspiratif Indonesia 2019 patut diapresiasi sebagai usaha memunculkan pemimpin muda khususnya perempuan baik di sektor bisnis maupun pemerintahan (politik). Selain di sektor bisnis, munculnya Kartini-Kartini muda inspiratif seperti Putu Astiti Saraswati ini diharapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin daerah ke depan. Pemimpin yang cakap, visioner, profesional, yang nantinya bisa menularkan kemampuannya di bidang bisnis untuk sektor publik seperti pemerintahan (politik). Sehingga harapan untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera tidaklah nantinya hanya angan-angan. Kita tunggu apakah berbagai stakeholder politik akan menanggapi positif munculnya Kartini-Kartini inspiratif seperti Putu Astiti Saraswati yang sudah mendapatkan apresiasi publik untuk proses rekrutmen kepemimpinan. Masyarakat luas (publik) akan menunggu dan menilainya dalam berbagai kesempatan mendatang.

Editor : Sutiawan

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.