Delapan Orang Warga Jembrana Digigit Anjing Rabies

Keterangan foto: Delapan (8) orang warga Kecamatan Negara menjadi korban gigitan anjing rabies, diantaranya tujuh (7) warga Banjar Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah dan seorang warga dari Kelurahan Lelateng. Mereka digigit anjing pada hari Minggu (9/6)/MB

(Balinetizen.com) Jembrana¬†–

Kasus gigitan anjing positif rabies kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Teranyar, delapan (8) orang warga Kecamatan Negara menjadi korban gigitan anjing rabies.

Mereka yang digigit anjing rabies diantaranya tujuh (7) warga Banjar Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah dan seorang warga dari Kelurahan Lelateng. Mereka digigit anjing pada hari Minggu (9/6).

Tujuh (7) warga Banjar Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah digigit anjing pada pagi hari, sedangkan yang dari Kelurahan Lelateng digigit anjing pada sore hari. Setelah menggigit warga anjing tersebut diketahui mati.

Kadis Kesehatan Jembrana Putu Suasta membenarkan adanya kasus gigitan anjing tersebut. Menurutnya ada delapan orang warga yang menjadi korban gigitan anjing.

“Yang luka maupun yang luka lecet sudah diberikan VAR” ujar Suasta.

Dari laporan yang masuk lanjutnya, anjing yang menggigit merupakan anjing peliharaan I Putu Mahardika Putra, warga Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah. Sebelum menggigit anjing tersebut menunjukan gejala yang tidak wajar bersembunyi di bawah mobil.

Menurutnya, 7 warga yang menjadi korban gigitan anjing merupakan keluarga pemilik anjing yakni Putu Mahardika Putra, istri dan ketiga anaknya serta kedua orang tuanya. Mereka digigit anjing pada hari Minggu (9/6) sekitar pukul 09.00 Wita. Sedangkan dari Kelurahan Lelateng, I Kadek Widiardana digigit pada sore hari.

“Sorenya setelah menggigit, anjingnya mati. Tahu anjingnya mati, pemiliknya kemudian melapor ke kelurahan dan diteruskan ke kami” ujar Suasta, Rabu (12/6).

Dari delapan (8) orang yang digigit anjing lanjutnya, tiga (3) orang diberikan VAR di RSU Negara, sedangkan 5 orang warga lainnya diberikan VAR di Pukesmas 1 Negara.

Baca Juga :
Vaksinasi Covid-19 Akan Menjadi Momentum Positif bagi Sektor Kesehatan dan Perekonomian

Petugas menurut Suasta juga mengambil sampel otak anjing yang menggigit untuk diperiksa di BBVET Denpasar. Dari hasil lab Selasa (11/6) sore kemarin ternyata anjingnya positif rabies.

Warga dihimbau untuk tidak menyepelekan kasus gigitan anjing. Jika terjadi kasus gigitan anjing, baik mengakibatkan luka maupun tidak diminta untuk segera berobat ke Puskesmas atau rumah sakit sehingga cepat mendapat penanganan.

Pewarta: Komang Tole
Editor: Hana Sutiawati

Leave a Comment

Your email address will not be published.