Produksi Pangan Jembrana Peringkat Pertama di Bali

Keterangan foto:  Hasil panen subak di Jembrana mampu berproduksi antara 7,5-8,5 ton/MB

(Balinetizen.com) Jembrana –

Berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya tanaman padi di Kabupaten Jembrana ternyata mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian petani Jembrana  tiap musimnya. Dari hasil evaluasi yang dilakukan secara rutin oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Propinsi Bali, produksi pertanian Jembrana menempati  di peringkat atas di Bali , bahkan mampu mengungguli produksi dari subak subak lainnya di Bali.

Hasil panen subak di Jembrana mampu berproduksi antara 7,5-8,5 ton. “Hasil itu merupakan yang tertinggi di Bali, dari   6. 725 ha luas areal subak yang ada di kabupaten Jembrana,” kata I Wayan Sutama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, ditemui  di ruang kerjanya, Kamis(13/6).

Mempertahankan capaian itu, terang  Sutama,  dilakukan dengan berbagai upaya konkret serta pendampingan dilapangan. Hal itu agar jumlah pemanfaatan luas tanam bisa terpenuhi target realisasinya. Diantaranya melalui pemenuhan pupuk, penyediaan varietas benih unggul, percepatan pengolahan tanam dengan alsintan ( alat mesin pertanian ) . “kita bantu petani memenuhi hal-hal tersebut guna mendorong produksi pertanian. Anggarannya dialokasikan dari bantuan APBD , bantuan provisnsi dan ada juga dari pusat,” papar Sutama.

Sementara terkait sarana produksi(saprodi) khususnya pengadaan pupuk, Sutama mengatakan ,pendistribusiannya menggunakan sistem pipa tertutup. Jadi pupuk  hanya bisa didistribusikan sesuai  Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Pentani(RDKK) yang diajukan subak bukan  perorangan. “Ini yang sudah biasa dilakukan oleh para petani kita disini(Jembrana). Makanya, kalau ada lahan yang sampai saat ini belum tercover di RDKK saya harapkan segera disesuaikan oleh kelian subak bersama PPL pertanian di lapangan . Ini sangat penting mengingat , hasil produksi yang maksimal  berrgantung dari sarana yang ada terutama masalah pupuk itu sendiri,”ungkap Sutama.

Untuk diketahui,  setiap hektar sawah petani membutuhkan pupuk urea sebanyak 200 kg, NPK 200-300 kg . “Jika pola ini diterapkan tepat sasaran dan tepat waktu maka kami yakin produksi pertanian kita akan selalu meningkat,” cetusnya.

Baca Juga :
Caleg Perempuan PSI Emiliana Sriwahjuni Lolos DPRD Denpasar, Siap Duet dengan Metta Wandy

Kedepan  , para petani Jembrana juga akan difasilitasi Kartu Tani yang memungkinkan segala macam bantuan subsidi pemerintah diterima secara langsung. Dengan kartu tani itu , distribusi pupuk subsidi akan lebih tepat sasaran dan efisien.

Pewarta: Komang Tole
Editor: Hana Sutiawati

Leave a Comment

Your email address will not be published.