Tak Patuhi Pergub Bali, Admin Toko Swalayan Ditegur Sat Pol PP

Petugas Sat Pol PP Jembrana Kamis (20/6) melakukan pengawasan terkait Peraturan Gubernur (Pergub) Bali nomor 79, 80 dan 97 tentang pemakaian busana dan bahasa Bali setiap hari Kamis dan hari besar keagamaan.

Balinetizen.com, Jembrana

Petugas Sat Pol PP Jembrana Kamis (20/6) melakukan pengawasan terkait Peraturan Gubernur (Pergub) Bali nomor 79, 80 dan 97 tentang pemakaian busana dan bahasa Bali setiap hari Kamis dan hari besar keagamaan.

Dari pengawasan itu petugas Sat Pol PP Jembrana menemukan sejumlah karyawan perusahaan swasta dan toko swalayan yang belum mematuhi Pergub Bali tersebut.

Akan hal tersebut sejumlah admin atau penanggungjawab ditegur petugas Sat Pol PP Jembrana. Kenapa tidak mengenakan pakaian adat pada hari Kamis, mereka berdalih tidak tahu dan belum ada sosialisasi serta velum menerima surat edaran terkait Pergub Bali itu.

Sidak pengawasan Pergub Bali oleh Petugas Sat Pol PP Jembrana menyasar sejumlah perusahaan swasta dan toko swalayan yang tersebar di Kota Negara.

“Saya belum pegang suratnya, jadi tidak tahu. Juga belum ada sosialisasi. Saya sampaikan dulu sama owner” ujar Putu Ardana, admin Toko Subur.

Berdalih belum mendapatkan surat juga disampaikan admin Toko Rosari, Eri Rahma. Namun ia berjanji akan mentaati Pergub Bali tersebut mulai Kamis depan.

“Belum ada surat. Tapi kita akan ikuti mulai Kamis depan dan selanjutnya” ujar Eri Rahma.

Kabid Penegakan Perda Sat Pol PP Jembrana, Made Tarma mengatakan pihaknya memberikan tengang waktu hingga 10 hari kedepan bagi perusahaan dan toko swalayan yang belum mematuhi Pergub Bali nomor 79, 80 dan 97 tersebut.

“Mereka umumnya beralasan belum tahu. Pengawasan tetap kami lakukan” ujar Tarma, Kamis (20/6).

Baca Juga :
Badung Gelar Sosialisasi UMK Tahun 2020

Akan temuan tersebut lanjut Tarma, pihaknya akan melaporkannya kepada Gubernur Bali melalui Sat Pol PP Provinsi Bali.

Pergub Bali nomor 79, 80 dan 97 tahun 2018 tentang pemakaian busana Bali dan Bahasa Bali setiap hari Kamis dan hari keagamaan dalam upaya mengajegkan budaya dan tradisi Bali. (Komang Tole)

Leave a Comment

Your email address will not be published.