Jenazah Putra Ketua MA Dipulangkan ke Jakarta dari Afrika Selatan

Avatar
ads
Almarhum Mohamad Irfan Ali, putra Ketua MA Hatta Ali yang meninggal dunia di Namibia, Afrika bagian selatan pada Rabu (19/6/2019). (ANTARA News/Dewa Wiguna)

 

Balinetizen.com, Jakarta 
Jenazah putra Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Mohamad Irfan Ali, yang meninggal dalam kecelakaan sepeda motor di Namibia, saat ini sedang dalam proses pemulangan ke Jakarta dari Afrika Selatan.

“Betul, saat ini (jenazah Irfan) dalam proses pemulangan ke Jakarta,” kata Duta Besar RI untuk Afrika Selatan, Salman Al Farisi, dalam pesan singkat yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat.

Jenazah Irfan sebelumnya diberangkatkan dari Windhoek, Namibia, ke Afrika Selatan untuk dipulangkan kembali ke Jakarta.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Windhoek turut membantu pengurusan administrasi di rumah sakit dan pemulangan jenazah Mohamad Irfan.

“Pagi dini hari jam 01.00 waktu setempat, kami menyambut kedatangan jenazah Almarhum Irfan di Windhoek yang dibawa ambulans kepolisian dari Kota Mariental, yang berwaktu tempuh tiga jam dari Windhoek,” demikian disampaikan oleh staf KBRI Windhoek dalam pesan singkat yang diterima ANTARA.

Sebelumnya, jenazah Mohamad Irfan Ali yang tiba di Windhoek dengan dikawal oleh tiga orang staf KBRI sempat disemayamkan sementara di rumah sakit penyimpanan jenazah Mortuary Windhoek Central Hospital dan kemudian dilakukan proses pengurusan administrasi jenazah.

Pihak KBRI Windhoek segera memproses pemulangan jenazah putra Ketua MA itu setelah proses administrasi tuntas.

Mohamad Irfan Ali mengikuti perjalanan rombongan sepeda motor, Adventure Touring Nostalgia (ATN), di Afrika.

Rombongan ATN dari Indonesia, yang dipimpin Komjen Pol (P) Nanan Soekarna (mantan Wakapolri), melakukan kegiatan perjalanan itu dengan motor besar ke Afrika pada 11-29 Juni 2019 dengan rute Cape Town, Afrika Selatan- Namibia-Botswana-Zimbabwe-Zambia.

Baca Juga :
Polda Bali Terima Kunjungfan DFAT Soal Pelanggaran Wisatawan Australia

Pada 16 Juni, rombongan memasuki wilayah Namibia dan menjelajah ke gurun serta padang savana di beberapa kota di Namibia.

Pada 19 Juni sekitar pukul 11.47 (waktu setempat), KBRI Windhoek menerima kabar bahwa telah terjadi kecelakaan tunggal, yakni jatuh dari sepeda motor besar, dua orang anggota tim perjalanan di daerah Naukluf National Park, yang berjarak 294 kilometer dari Kota Windhoek.

Menurut laporan, dua korban kecelakaan bernama Endyk Bagus Musdyantoko (Endyk) menderita luka-luka dan putra Ketua MA Mohamad Irfan Hatta Ali (Irfan) menderita luka patah leher hingga meninggal dunia.

Setelah kecelakaan, mobil ambulans dan polantas setempat membawa kedua korban kecelakaan menuju rumah sakit terdekat dari TKP, Maltahohe hospital, ke rumah sakit Mariental yang berjarak 200 kilometer.

Mohamad Irfan Ali, merupakan putra pertama Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, lahir pada 11 November 1978.

Irfan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat mengikuti  touring di Namibia, yaitu negara Afrika bagian selatan yang berbatasan dengan Afrika Selatan, Angola dan Botswana, pada Rabu (19/6).

Almarhum yang merupakan salah satu komisaris di Telkomsel itu meninggalkan istri dan tiga orang anak.

Sumber : Antaranews

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

In the news
Load More
ads