Buka Internasional Science and Invention Fair 2019 di Denpasar : Walikota Rai Mantra  Harapkan Jadi Ajang Ciptakan SDM Berkualitas

Ket.Foto : Internasional Science and Invention Fair (ISIF) dihelat mulai dari 21 sampai dengan 25 Juni 2019 di Bali Creative Industry Centre (BCIC), Denpasar. Pembukaan kegiatan ini pada Sabtu, (22/6) pagi dibuka secara langsung Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra.

Balinetizen.com, Denpasar

Satu lagi even bertaraf internasional kembali digelar di Kota Denpasar. Internasional Science and Invention Fair (ISIF) dihelat mulai dari 21 sampai dengan 25 Juni 2019 di Bali Creative Industry Centre (BCIC), Denpasar. Pembukaan kegiatan ini pada Sabtu, (22/6) pagi dibuka secara langsung Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra. Turut hadir pula Kadisdikpora, Wayan Gunawan serta undangan lainnya.

Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi dilaksanakannya Internasional Science and Invention Fair (ISIF) di Kota Denpasar. Terkait dengan Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan) terutama pengembangan sumber daya manusia di Kota Denpasar, event sains internasional ini adalah wadah yang tepat mengukur sejauh mana hasil pengembangan SDM terutama siswa- siswi sekolah di Kota Denpasar. “Ajang ini semoga dapat dimanfaatkan oleh anak- anak  khususnya para peserta dari Kota Denpasar untuk menunjukkan keahlian mereka di bidang sains sekaligus membuktikan bahwa pelajar di indonesia dapat bersaing tidak hanya di tingkat nasional tetapi sudah sampai ke internasional. Saya berharap event semacam ini dapat terus diselenggarakan di Kota  Denpasar untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan siap diuji di tingkat internasional” ujar Rai Mantra.

Ketua Indonesian Young Scientist Association (IYSA), Deni Irawan saat ditemui mengatakan  bahwa kegiatan ini merupakan program kerja IYSA bekerjasama dengan Kampus i3L Jakarta. ISIF merupakan event Internasional dibidang Sains dan Invensi pertama dari Indonesia yang diikuti 145 tim dari 11 negara diantaranya Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Zambia, Turki, Turkmenistan dan Vietnam. “ISIF sendiri merupakan perpaduan antara kompetisi dan pameran di bidang Sains dan Invensi tingkat internasional yang diselenggarakan dari tanggal 21 – 25 Juni 2019 di Bali Creative Industry Centre (BCIC) Denpasar, Bali”jelasnya.

Baca Juga :
Solidaritas Cantelan Warga di Masa Pandemi Covid-19

Lebih lanjut dikatakannya, peserta ISIF merupakan pelajar SD hingga perguruan tinggi yang mempresentasikan hasil karyanya di bidang sains dan invensi dimana mereka memamerkan karyanya dalam bentuk produk dan poster. Peserta yang sampai tahap ini adalah mereka yang telah lolos seleksi dari daerahnya masing – masing. Selain pameran, kegiatan ISIF juga berisi acara kebudayaan dari setiap negara partisipan dalam acara Culture Show. “Kami berharap dari Acara ini dapat melahirkan peneliti muda terutama dari Indonesia, dan semoga dengan penemuan serta inovasi ini dapat membuat dunia menjadi lebih baik.. Diharapkan pula dukungan dari pemerintah agar menambah motivasi bagi para siswa yang mengikuti lomba ini” pungkasnya.

Salah satu peserta ISIF, Ni Putu Dina Nariswari asal SMPN 10 Denpasar sangat antusias dapat mengikuti event Internasional Science and Invention Fair (ISIF) ini. “Mengenai hasil karya penelitiannya, Dina menjelaskan bahwa dia dan kelompoknya mengembangkan obat kumur dari perpaduan selada laut (Sea Lettuce / Ulva Lactuca L) dengan buah pinang (Areca Cathecu) yang diklaim lebih ramah lingkungan, aman bagi kesehatan dan bahan bakunya mudah ditemukan di sekitar kita. Dina menambahkan, dengan mengikuti kompetisi ini, dapat bertemu dan berkompetisi dengan rekan- rekan dari seluruh dunia merupakan pengalaman berharga dan semoga saya beserta tim dapat meraih hasil maksimal yang dapat mengharumkan Kota Denpasar” ungkapnya.(rah/humasdps)

Editor : Wraspathi Radha

Leave a Comment

Your email address will not be published.