FBP Badung ke-8 Angkat Produk Pertanian Lokal

Keterangan foto: Pemkab Badung menggelar konferensi pers terkait Festival Budaya Pertanian (FBP) pada 4-7 Juli 2019 di areal Jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Petang/MB

(Balinetizen.com) Mangupura –

Pemkab Badung untuk yang ke-8 kalinya akan menggelar Festival Budaya Pertanian (FBP) pada 4-7 Juli 2019 di areal Jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Petang. Adapun tema yang akan diangkat dalam festival kali ini adalah “Amerih Guna Phalaning Bumi” yang berarti mari gunakan produk pertanian lokal.

Ketut Sudarsana selaku Plt Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menyatakan, tema FBP tahun 2019 sejalan dengan program Pemprov Bali dan Pemkab Badung untuk menggeliatkan sektor pertanian khususnya dalam penggunaan produk pertanian lokal.

Pihaknya pun berharap dengan festival ini, produk pertanian lokal yang selama ini kurang diminati bisa terangkat kembali dan mewarnai produksi pertanian di gumi keris.

“Dengan Festival Pertanian Badung ke-8 ini kita harapkan bisa menumbuhkan sentra-sentra produksi pertanian lokal di Badung,” ujar Sudarsana didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniartha dihadapan awak media, Selasa (25/6).

Lebih lanjut Sudarsana juga menyebut bahwa Badung baik dari segi potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia sangat mendukung pengembangan sektor pertanian ini. “Selama ini penumbuhan sentra-sentra produksi pertanian lokal sudah dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.

Itu dibuktikan dengan kebijakan dan bantuan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang selama ini begitu berpihak kepada para petani. Pada tahun 2018, Bupati Giri Prasta bahkan  telah menyalurkan bantuan hibah kepada Kelompok Petani Ayam Petelor, yakni Kelompok Petani Ayam Petelor Giri Landuh Sari, Pelaga dan Kelompok Petani Ayam Petelor Manuk Sari, Getasan. Sementara untuk sektor perkebunan, Giri Prasta memberikan bantuan kepada kelompok tani paprika Suka Tani,. Belok.

Baca Juga :
Rumah dan Dapur di Kaliakah Ludes Terbakar

“Bagi kelompok petani ayam petelor ini, penjualan telor yang berhasil terkumpul  oleh anggota kelompok sudah mencapai Rp 7,5 juta sedangkan hasil penjualan paprika sudah mencapai Rp 30,6 juta, dari hasil panen sejak tanggal 28 April 2019,” kata Sudarsana.

Melalui FBP ini, pria yang juga menjabat Kadis Sosial ini pun berharap event ini bisa memberi dampak luas terhadap produksi pertanian dan pariwisata di Badung. Bisa menarik kaum milenial gemar bertani dan memajukan sektor pertanian lewat sentuhan teknologi.

“Kami harap event ini tidak semata-mata sebagai ajang transaksi antara penjual dan pembeli, namun juga sebagai ajang dialog, share pengalaman, media promosi dan yang paling penting sebagai media edukasi untuk inovasi teknologi pertanian Badung kedepan,” tukas pejabat asal Denpasar ini.

Editor: Hana Sutiawati

Leave a Comment

Your email address will not be published.