Ketua DPC se-Bali Kembali Dukung Wayan Koster Pimpin DPD PDI Perjuangan Bali

Poto bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster dengan Ketua Ketua DPC PDI Perjuangan se- Bali di kantor  PDI Perjuangan Jalan Banteng Baru, Renon Denpasar, Rabu (26/6).

Balinetizen.com, Denpasar

Isyarat dipilihnya kembali Wayan Koster menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Bali mencuat dalam rapat seluruh Ketua DPC PDI Perjuangan se-Bali, di Kantor PDI Perjuangan Jalan Banteng Baru, Denpasar, Rabu (26/6). Begitu juga isyarat tetap dipilihnya kembali para ketua ketua DPC PDI Perjuangan se-Bali juga menjadi pertimbangan realistis. Karena secara prestasi di bawah kepeminpinan ketua DPD dan DPC PDI Perjuangan se- Bali ini suara PDI Perjuangan Bali pada pemilu 2019 baik di legisalatif baik di tingkat pusat maupun di  daerah naik sangat signifikan di banding dengan Pemilu sebelumnya.

Namun, menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster, walau ada isyarat seperti itu, maka tetap mekanisme pemilihan ketua DPD dan DPC berdasarkan AD/ART Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan).

Koster menambahkan, pencalonan kembali sebagai Ketua DPD dan Ketua DPC Partai harus melalui mekanisme  yang diatur dalam Peraturan Partai No 28 thn 2019 tentang Konsolidasi Partai melalui pembentukan DPD dan DPC Partai dalam rangka Kongres V PDI Perjuangan.

Pada bagian lain, Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bali I Wayan Koster mengatakan Jajaran DPD PDI Perjuangan Bali dab seluruh  DPC se-Bali mendukung Megawati Soekarnoputri kembali menjabat sebagai ketua umum partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Semua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah bulat mengusulkan kembali Bu Mega sehingga saya pastikan seluruh DPC yang ada di Bali juga akan mengikutinya,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Koster di Denpasar, seusai menggelar rapat di Kantor PDIP Bali Jln, Benteng Baru, Rabu (26/6).

Baca Juga :
Dua Langkah Baru Gubernur Wayan Koster untuk Percepat Penanganan COVID-19

Menurut pria kelahiran Desa Sembiran Buleleng ini, pengusulan kembali Megawati Soekarnoputri memimpin partai didasari beberapa alasan antara lain di bawah kepemimpinan putri proklamator Kemerdekaan RI itu, PDIP menjadi partai yang sangat solid.

Menurut Koster semua DPC PDI Perjuangan se-Bali bersepakat untuk mendukung Ibu Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan dalam Kongres V nanti.

‘’Ini merupakan penghargaan kepada Ibu Megawati karena berkat kepemimpinan beliau Partai bisa solid seperti sekarang dan mampu meraih kemenangan secara gemilang pada Pemilu serentak 17 April lalu, menang Pilpres dan Pemilu Legeslatif,’’ kata kader PDI Perjuangan I Wayan Koster yang saat ini menjabat Gubernur Bali.

Lebih lanjut Koster mengatakan, ‘’Kita sangat membutuhkan kepemimpinan beliau dalam menghadapi perkembangan politik nasional ke depan dalam mengawal pemerintahan yang dipimpin Preside Ir Bapak Jokowi.

Atas prestasi dan kinerja Partai di Bali dimana Bapak Jokowi menang mutlak di Bali mencapai 91,68 % dan Pemilu Legeslatif menang mutlak di semua kabupaten kota di Bali,  kata Koster maka Ketua DPD Bali dan Ketua DPC Kabupaten Kota se Bali mendapat dukungan untuk maju sebagai calon Ketua di wilayahnya masing masing.

‘’Ini merupakan penghargaan atas prestasi yang telah dicapai, sesuai arahan dan hasil Rakernas 4 pada tanggal  19 Juni 2019 di Jakarta,’’ kata Koster.

Dengan usulan yang sudah bulat tersebut, lanjut Koster  Kongres V PDIP mendatang hanya menjadi ajang pengesahan kembali Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDIP untuk periode selanjutnya.

“Hal itu berarti isu regenerasi yang sempat disebut akan terjadi dalam kepemimpinan PDIP tidak akan terjadi,” kata Koster.

Koster menyebut pelaksanaan Kongres V PDIP merupakan hak prerogatif dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, termasuk penentuan kepengurusan DPP PDIP ke depan.

Baca Juga :
Polda Lampung Melakukan Mediasi Bentrok Antarwarga Mesuji

“Apakah akan ada ketua harian atau bagaimana, nanti terserah Bu Mega,” ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan Kongres V PDIP yang dipercepat, Koster menyebut itu bertujuan agar partai solid dalam mengawal pemerintahan Presiden Jokowi ke depan dan tidak bermaksud mendahului keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Bahwa tren kemenangan iya, atas estimasi itu kongres dipercepat. Jadi saat presiden dilantik dan membentuk kabinet, keorganisasian partai sudah pararel dengan terbentuknya organisasi pemerintahan,” kata Koster.

Pewarta : Nyoman Sutiawan

Leave a Comment

Your email address will not be published.