Kembang Terus Berjuang Wujudkan Sirkuit Internasional di Jembrana

Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dan Tinton Suprapto membahas realisasi pembangunan sirkuit permanen bertaraf internasional tersebut.

Balinetizen.com, Jembrana

Pemerintah Kabupaten Jembrana belum putus asa mewujudkan berdirinya sirkuit internasional di Bumi Mekepung.

Upaya ini telihat dari pertemuan antara Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dengan Tinton Suprapto untuk membahas realisasi pembangunan sirkuit permanen bertaraf internasional tersebut.

Didampingi Setda Kabupaten Jembrana, I Made Sudiada dan jajaran Kepala Dinas terkait, Wabup Kembang menerima rombongan pemilik dan pendiri sirkuit Internasional Sentul tersebut di ruang VIP Bupati Jembrana, Senin (29/7) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Tinton memaparkan mimpinya untuk mengangkat derajat bangsa Indonesia di mata dunia melalui pembangunan sirkuit permanen ini. Karena dengan dibangunnya sirkuit tersebut, Indonesia khususnya Bali akan semakin dikenal di mata dunia.

“Kita datang kesini karena potensi pembangunan sirkuit ini ada di Jembrana. Mulai dari lahan dan faktor-faktor pendukung lainnya” ujar Tinton.

Pimpinan Daerah Kabupaten Jembrana yang sekarang lanjut Tinton, juga merupakan potensi yang sangat mendukung mimpi ini sehingga semakin dekat untuk dicapai. “Semua perencanaan dan administrasi sudah kita siapkan” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan bahwa pembangunan sirkuit ini adalah mimpi lama Jembrana yang kini menemukan jalan untuk terealisasi. Karena kali ini Jembrana mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat dan Provinsi mengingat lokasi yang dipilih adalah hutan karet di Desa Pekutatan yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Bali yang ada di Kabupaten Jembrana.

“Kita masih berjuang merealisasikan ini seijin pemerintah provinsi untuk memanfaatkan aset mereka yang ada di daerah, disamping dukungan sarana dan prasarana” ucap Wabup Kembang.

Namun dalam merealisasikannya kata Wabup Kembang, dibutuhkan dukungan dari semua pihak.

Baca Juga :
Kemenkumham Jelaskan Penolakan Kepengurusan Demokrat Moeldoko

“Realisasi ini butuh integrasi antara pemerintah daerah, provinsi hingga pusat serta dukungan penuh masyarakat Jembrana dan Bali pada umumnya selaku Sumber Daya Manusia” pungkasnya. (Komang Tole)

Leave a Comment

Your email address will not be published.