Parade Babi Guling, Ramaikan Festival Penyaringan

Parade Babi Guling, Ramaikan Festival Penyaringan

Balinetizen.com, Jembrana

Festival Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo diramaikan parade babi guling. Kegiatan serangkaian HUT Desa Penyaringan ke-169 dilaksanakan di Wantilan Desa Adat Penyaringan, Selasa (30/7).

Penjabat (Pj) Perbekel Desa Penyaringan IGN Kade Dwi Mahendra mengatakan parade kuliner babi guling diikuti oleh 13 banjar adat yang ada di Desa Penyaringan. Parade tersebut sifatnya partisipasi sehingga tidak dilombakan.

“Tidak ada penilaian. Karena sifatnya partisipasi krama (warga) dari 13 banjar adat yang ada di Desa Penyaringan” jelas Mahendra ditemui, Selasa (30/7).

Menurutnya parade babi guling merupakan pertamakali dilaksanakan dalam rangka Festival Penyaringan yang pertama digelar serangkaian HUT Desa Penyaringan yang ke-169.

Kegiatan ini (parade babi guling) bertujuan untuk membangkitkan kembali kuliner babi guling khususnya yang ada di Desa Penyaringan. Karena sebelumnya Desa Penyaringan juga terkenal dengan kuliner khas Balinya yakni babi guling buatan We Dedeh.

Warung babi guling warga asli Desa Penyaringan ini lanjutnya, sangat terkenal. Bahkan pembeli harus rela mengantre karena saking enaknya. Namun sekarang sudah tidak ada.

“Melalui Festival Penyaringan ini kami ingin kuliner ini (babi guling) bisa bergairah kembali bersama kuliner lainnya seperti jaje bendu dan klepon” ungkap Mahendra didampingi Gede Sudendia, Ketua II, Panitia Festival Penyaringan.

Mahendra menambahkan seusai parade, sebagian babi guling dipotong-potong disajikan untuk disantap bersama-sama dengan warga yang hadir bersama sajian kuliner lainnya seperti jukut (sayur) dari daun ketela pohon atau lawar nangka dan komoh dari olahan daging babi.

“Sebagian lagi dibungkus untuk dibagikan kepada warga tempek dimasing-masing banjar. Kalau berat babi yang diguling bervariasi. Tapi idealnya beratnya sekitar 60 sampai 80 Kilogram” imbuhnya.

Baca Juga :
Korban dan Pengemudi Rubicon Sepakat Damai

Selain pelestarian kuliner seperti babi guling, jaje bendu dan klepon juga tradisi mejejahitan pihaknya juga sedang menggalakan industri agro seperti salak khas Penyaringan yakni Salak Gatri.

Jadi lanjutnya secara umum tujuan dari Festival Penyaringan untuk memperkenalkan potensi alam sebagai tujuan wisata dan pelestarian seni budaya serta menggairahkan kembali kuliner yang sebelumnya pernah jaya di Desa Penyaringan.

“Selain babi guling, jaje bendu dan klepon kami juga sedang menggalakan salak khas Penyaringan yakni Salak Gatri. Dalam Festival Penyaringan ini kami bekerjasama dengan Dinas Parbud (Pariwisata dan Kebudayaan) Jembrana” tandas Mahendra.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Jembrana, Nengah Alit sangat mengapreasi akan diselenggarakannya Festival Penyaringan tersebut. Karena yang ditunjukan merupakan sebagian besar potensi yang ada di masing-masing banjar yang ada di Desa Penyaringan.

Melalui penyelenggaraan Festival Penyaringan, Alit berharap dapat mempromosikan potensi desa, baik terkait kepariwisataan maupun kuliner, juga membangkitkan dan mengingatkan kembali akan nama besar Desa Penyaringan, bahwa Desa Penyaringan memiliki potensi dan SDM yang handal. (Komang Tole)

Leave a Comment

Your email address will not be published.