Peringati HALUN 2019, Lansia Perlu Imunisasi Vaksin Influenza

Putri Suastini Koster, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali pada acara Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) 2019 di  Wantilan DPRD Provinsi Bali, Rabu (31/7/2019).
Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan usia harapan hidup. Berdasarkan hasil Susenas tahun 2016, jumlah lansia di Indonesia mencapai 22,4 juta jiwa atau 8,69% dari jumlah penduduk. BPS memproyeksikan jumlah lansia tahun 2018 diperkirakan mencapai 9,3% atau 24,7 juta jiwa.
“Meningkatnya jumlah lansia menjadi tantangan bagi kita semua agar dapat mempersiapkan lansia yang sehat dan mandiri sehingga nantinya tidak menjadi beban bagi masyarakat maupun negara, dan justru menjadi aset sumber daya manusia yang potensial,” kata Putri Suastini Koster, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali saat Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) 2019 di  Wantilan DPRD Provinsi Bali, Rabu (31/7/2019).
Salah satu upaya menjaga hidup sehat yang semakin penting adalah vaksinasi khusus untuk lansia. Vaksinasi dapat menjadi salah satu cara yang tepat mencegah lansia tertular penyakit sehingga dapat menjadi lebih produktif dalam menjalankan aktivitasnya.
Setiap orang berisiko terkena influenza, termasuk orang lansia. Namun sayangnya, influenza kerap dianggap sebagai penyakit ringan. Komplikasi akibat influenza pun dapat terjadi pada kelompok berisiko tinggi yaitu anak-anak, orang lansia di atas 65 tahun, individu dengan penyakit kronis, dan ibu hamil. Bahkan, data WHO menyebutkan bahwa influenza menyebabkan 500.000 kematian per tahun dan sebanyak 70 persen dari kasus kematian tersebut dialami oleh lansia Padahal, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi.
Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
“Lembaga kesehatan seperti WHO, Kementerian Kesehatan dan Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI telah semakin kuat memberikan rekomendasi pemberian vaksinasi pada orang dewasa dan lansia. Ada 3 vaksin yang penting diberikan kepada lanjut usia yaitu vaksin Influenza, Pneumonia dan Herpes Zoster,” kata dr. I Gusti Putu Suka Aryana, Sp.P.D, K-Ger Ketua PAPDI/ PERGEMI Bali.
Vaksinasi influenza merupakan cara pencegahan yang terbukti efektif dari segi biaya (cost-effective). Vaksinasi influenza efektif memberikan perlindungan hingga 90% bagi seseorang yang menerima vaksin dalam kondisi sehat, berusia kurang dari 65 tahun, dan menerima vaksin dengan galur (strain) yang sama dengan galur virus influenza yang beredar. Vaksin influenza membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu dalam proses membentuk antibodi setelah vaksinasi dilakukan. Vaksinasi influenza pada penderita kardiovaskuler dapat menurunkan risiko serangan jantung hingga 67% dan menurunkan risiko stroke sebanyak 24%.
Pemerintah Daerah Provinsi Bali telah mengeluarkan Perda LANSIA NO. 11 tahun 2018 Tentang Kesejahteraan lansia. Dimana dalam bidang kesehatan terutama meliputi pemberian kemudahan pelayanan kesehatan secara terpadu kepada lansia dalam bentuk Penyelenggaraan pelayanan lansia di Puskesmas meliputi penyediaan loket lansia, penyediaan ruang khusus lansia,” kata dr. Ketut Suarjaya, MPPM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali)
Disamping itu, Lanjut Suarjaya, dilaksanakan penyediaan tenaga kesehatan sesuai kompetensi dan Penyelenggaraan pelayanan geriatri di Rumah Sakit yang meliputi penyediaan loket lansia, penyediaan ruang khusus lansia dan penyediaan tenaga kesehatan sesuai Standar kelas Rumah Sakit,” kata dr. Ketut Suarjaya, MPPM (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali)
Dengan adanya Perda ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengajak masyarakat untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif dan produktif dari Bali untuk Indonesia.
Vaksinasi Influenza termasuk mudah dan terjangkau dan dinyatakan Halal, dengan pemberian cukup sekali setiap tahunnya dan telah tersedia di berbagai pusat layanan kesehatan seperti Rumah Sakit maupun Klinik Dokter praktek lainnya. (hd)
Baca Juga :
Wamenkeu: Jangan Tergantung Dana Transfer APBN untuk Bangun Daerah

Leave a Comment

Your email address will not be published.