Rencana Pembangunan Sirkuit F1 Ide Cemerlang Pemkab Jembrana, Gde Wirata: Jangan Kalah dengan Lombok

Pelaku pariwisata dan pengusaha Gde Wiratha.

Balinetizen.com, Denpasar

GAGASAN untuk memperjuangkan pembangunan sirkuit F1 yang dilontarkan wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan ketika menerima mantan pembalap nasional Tinton Suprapto baru-baru ini mendapat respon positif dari pelaku pariwisata dan pengusaha Gde Wiratha.

Dalam perbincangan dengan Metro Bali tadi siang pengusaha kelahiran Negara ini mengakui jika rencana pembangunan sirkuit F1 itu sudah meluncur saat pemerintahan Bupati Gde Winasa. Sayangnya rencana ini kandas di tengah jalan lantaran terbentur masalah perijinan yang tak kunjung datang. Padahal lahan sudah dipersiapkan antara di Awen dan Perancak. Meluncurnya ide itu memantik kembali munculnya gagasan baru seperti pembangunan berbagai fasilitas pariwisata di daerah ini seperti hotel bintang lima dan seterusnya.

Malahan Gde Wiratha sendiri mengakui sangat antusias mendengar gagasan itu muncul lagi.  “Saya lihat ini ide yang sangat bagus, masak Bali kalah dengan Lombok. Kalau di Lombok ada sirkuit motor GP yang kini sudah dikebut dengan dukungan penuh pemerintah pusat. Mengapa Bali tidak ada sirkuir F1,” kata Wiratha yang mengaku sempat ketir-ketir juga dengan pembangunan yang begitu pesat di Lombok. Sebab itu dikhawairkan bisa merebut pasar Bali.

Untuk itu dia sangat berharap gagasan ini segera diwujudkan,. Lebih-lebih seperti dilontarkan Wakil Bupati jembrana, Kembang Hartawan, lahannya sudah disiapkan, yakni kawasan perkebunan karet yang ada di daerah Pulutan, Pekutatan, Jembrana. Tetapi lahan tersebut milik provinsi Bali. Soal ini menurut Gde Wiratha bisa dibicarakan antara pemkab Jembrana dan Provinsi Bali, lebih-lebih menurut analisa Wiratha, antara Wakil Bupati Jembrana Kembang dan Gubernur Bali I Wayan Koster sama-sama dari PDI Perjuangan, sudah satu jalur. Secara komunikasi politik tidak masalah, Dan pusat pasti akan mendukung gagasan ini.

Baca Juga :
Wabup Suiasa Hadiri Piodalan Pura Taman Ayun Mengwi

Menurut Wiratha bisa saja nanti sinergikan antara pemerintah dan swasta. Pasalnya pemerintah saat ini tidak mungkin membangun sirkuit ini menggunakan dana APBN pasti akan diserahkan ke pihak swasta. Jadi jelas Wiratha, lahan dari pemerintah provinsi sedangkan dananya dari swasta. Saat disinggung apakah investor akan tertarik berinvestasi untuk sector satu ini. Gde Wiratha mengaku sangat optimis. Pasti banyak swasta yang berminat, lebih-lebih nantinya di sana dibangun hotel berbintang lima. Pasti banyak yang minat.

Menurut Wiratha memang dengan membangun sirkuit F1 di Negara akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa untuk Bali Barat. Jika pembangunan ini nanti dikaitkan dengan pembangunan bandara di Kubutambahan, Buleleng pasti dampaknya luar biasa, baik untuk Bali Barat maupun Bali Utara, karena jelas  Wiratha jarak Jembrana dengan Buleleng sangat dekat.

Wiratha merasa optimis pembangunan sirkuit yang digagas pemkab Jembrana ini akan mendapat dukungan penuh dari pemerintahan Jokowi, karena program Jokowi selaras dengan pembangunan pariwisata Bali.

Saat ditanya bagaimana kemungkinan ke depan jika sirkuit ini dibangun, menurut Wiratha kita bisa mengundang kegiatan-kegiatan balap bertaraf internasional. Asal tahu saja sirkuit F1 di Sepang, Malaysia aja sekarang sudah kelihatan sepi, karena kegiatan balap F1 ini biasanya diadakan secara bergilir. Untuk Bali kondisi social masyarakat sangat mendukung adanya sirkuit F1 ini.

Ks wendra

Leave a Comment

Your email address will not be published.