Satu Helikopter “Water Bombing” Bantu Padamkan Karhutla Di Bengkalis

Kabut asap tipis menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (28/7/2019). Berdasarkan data Satgas Karhutla Riau, kualitas udara di sejumlah area di Pekanbaru, Kampar, Rohil, Bengkalis dan Siak mulai menurun ke kondisi sedang hingga tidak sehat akibat pengaruh asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang belum bisa dipadamkan total. ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.

Balinetizen.com,Bengkalis –

Satu helikopter “Water Bombing” Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diturunkan untuk membantu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi dalam beberapa hari ini di Bengkalis Riau.

“Karhutla saat ini terjadi di kecamatan Bantan dan Bengkalis, satu helikopter dari BNPB Provinsi Riau diturunkan untuk membantu padamkan karhutla diwilayah tersebut, ” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Tajul Mudaris, Kamis (1/8).

Dikatakan Tajul, status lahan yang terbakar saat ini merupakan lahan perkebunan masyarakat dengan struktur tanah gambut, sehingga api dengan cepat berpindah membakar lahan di sekitarnya.

“Untuk karhutla di Kecamatan Bantan luas yang terbakar sebelumnya sudah mencapai 2,5 hektare dan hari ini sudah diperkirakan terus bertambah,” ungkap Tajul.

Penyebab kebakaran sampai saat ini, kata mantan Sejtretaris Bappeda Bengkalis ini belum bisa di pastikan dan api masih menyala di beberapa titik dan tidak terlalu besar.

“Petugas masih berjibaku memadamkan lahan yang masih terbakar di TKP, yang dilakukan melalui jalur darat dan udara, Diperkirakan titik api sudah semakin hilang dibeberapa titik, dan hanya menyisakan asap, dan kemungkinan api bisa hidup kembali disebabkan faktor cuaca panas dan angin kencang,” ungkapnya.

Untuk Karhutla yang terjadi di Kecamatan Bengkalis merupakan lahan gambut milik masyarakat, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian tim masih berupaya melakukan pemadaman hambatan sumber air pemadaman dari sumur.

Baca Juga :
Tim Banggar DPRD Badung dan TPAD Badung Bahas Rancangan KUA-PPAS 2024 Targetkan Rp 7,5 Trilyun

“Tim yang turun dibagi untuk dua lokasi diantaranya dari BPBD, Damkar 15, Polri, TNI dan dibantu juga dari pihak perusahaan PT RRL, MPA dan masyarakat setempat,” kata Tajul.

Selain helikopter peralatan yang digunakan mesin portable, Kohler, mini streker untuk membantu pemadaman melalui jalur darat.

Sumber : Antaranews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.