Krama Desa Adat Semate Laksanakan Karya Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini

Bupati Giri Prasta disaat menghadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kec. Mengwi, Sabtu (3/8).

Balinetizen.com, Mangupura

Telah rampungnya pembangunan Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kec. Mengwi, krama setempat melaksanakan Karya Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung Menawa Ratna, Melaspas, Mupuk Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini, Balik Sumpah Utama pada Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu (3/8). Karya ini mendapat bantuan dari Pemkab. Badung melalui dana hibah pada anggaran induk tahun 2019 yang difasilitasi oleh Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta sebesar Rp. 1,2 miliar.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta hadir pada puncak karya Sabtu lalu dan Beliau berkesempatan menandatangani prasasti, kemudian mesimakrama dengan krama Desa Adat Semate. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta sekaligus Bendesa Adat Abianbase, Camat Mengwi I Gst Ngr Jaya Saputra, Tripika Kec. Mengwi, Lurah Abianbase Dewa Rai Wijaya, Bendesa Adat se-Kec. Mengwi, Kelian banjar adat dan dinas se-Kelurahan Abianbase dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta sangat mengapresiasi semangat krama desa adat Semate telah melaksanakan pembangunan Pura Desa lan Puseh termasuk karya kali ini dengan cara gotong royong dan swadaya. Giri Prasta mengajak masyarakat Semate bersatu dalam melaksanakan kegiatan di masyarakat. Menurutnya karya ngusaba desa lan ngusaba nini dapat dilaksanakan setiap 30 tahun sekali. Melalui karya ini diharapkan krama Desa Adat Semate khususnya selalu diberikan keselamatan dan kesejahteraan.

Bendesa Adat Semate, Gede Suryadi melaporkan krama desa adat Semate sudah dari 15 tahun yang lalu mulai memperbaiki pelinggih yang ada di Pura Desa dan Pura Puseh dan berhasil rampung pembangunan tahun ini. Dengan rampungnya pembangunan pura, dilaksanakan karya yang didorong dari keinginan krama. Karya ini dikerjakan secara gotong royong dari empat bulan yang lalu dan karya kali ini merupakan karya yang pertama kali menurut sejarah desa adat Semate. “Kami berterima kasih kepada bapak bupati Nyoman Giri Prasta yang telah membantu pandanaan Rp.1,2 miliar dalam karya kali ini,” terangnya. Selain bantuan dari Bupati, ada pula dana punia dari krama dan donatur Rp. 175 juta, total menghabiskan Rp. 1,4 miliar.

Baca Juga :
Bupati Artha Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada Serentak 2020

Desa Adat Semate terdiri dari satu banjar adat dan satu desa adat mengempon pura khayangan tiga terdiri dari pura desa, pura puseh dan pura dalem dengan jumlah 73 KK. Pada puncak karya menghaturkan upakara aci pedudusan agung, tawur balik sumpah utama, mepeselang, pengusaban dan mepedanan. Caru balik sumpah titi mamah kebo yusmarana, eka sata, manca sanak. Upacara pada puncak karya dipuput 11 Ida Pandita Mpu dan 2  Ida Pedanda termasuk Ida Pedanda Siwa dan Buda. Dipersembahkan wali topeng sidakarya, wayang lemah, gambelan selonding, rejang dewa dan rejang sari.

Adapun dudonan karya yang dilaksanakan mulai Rabu (27/3) matur piuning, Kamis (4/4) nyukat genah, Jumat (26/4) negtegan manik galih, Sabtu (18/5) mendak tirta ring khayangan jagat, Selasa (16/7) melaspas bagia pulekerti, Minggu (22/7) melasti ke segara, Minggu (28/7) mepepada tawur, Rabu (31/7) tawur agung, Kamis (1/8) mepepada karya, Sabtu (3/8) puncak karya pedudusan agung, Minggu (4/8) sampai (14/8) ida betara katurang penganyaran, Kamis (15/8) nyegara gunung dan Jumat (16/8) mekebat daun, nuwek bagia pulakerti dan ida betara kesineb.

Editor : Hana Sutiawati

Leave a Comment

Your email address will not be published.