Polisi Portland Tangkap 13 Demonstran, Sita Sejumlah Besar Senjata

Avatar
ads

Joseph Oakman dan rekan-rekannya dari Proud Boys, memasang benderad di Taman Tom McCall di dalam pawai “anti teroris domestik” di Portland, Oregon, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Polisi di Portland, Oregon, menangkap setidaknya 13 orang pada Sabtu (16/8/2019), memasang beton penghalang, menutup ruas-ruas jalan dan jembatan, dan menyita sejumlah besar senjata dalam upaya mencegah kekerasan antara kelompok-kelompok sayap kanan dan demonstran anti-fasis yang menggelar aksi demontrasi tandingan.

Tiang-tiang logam, semprotan beruang, perisai, dan senjata lain diambil pihak berwenang dari demonstran pada Sabtu, sementara ratusan pengunjuk rasa sayap kanan dan demonstran tandingan memadati daerah pusat kota.

Wali Kota Portland Ted Wheeler mengatakan orang-orang yang mendukung kebencian atau terlibat kekerasan “tidak diterima”, menyebut pertikaian itu “berpotensi membahayakan dan rusuh.” Namun, menjelang sore waktu setempat, sebagian besar kelompok sayap kanan telah meninggalkan daerah itu melalui jembatan pusat kota.

Polisi mengerahkan petugas bersepeda dan mengenakan peralatan anti huru-hara untuk mencegah demonstran yang berpakaian hitam, mengenakan helm, dan mengenakan topeng anti-fasis – yang dikenal sebagai Antifa – mengikuti mereka. Ratusan orang masih berada di jalanan pusat kota.

Anggota milisi Proud Boys and Three Perscenters, yang melambai-lambaikan bendera, berkumpul sejak pagi, sebagian dari mereka juga mengenakan baju pelindung dan helm. Polisi mengatakan telah menyita senjata sementara pengunjuk rasa berkumpul di sepanjang Sungai Willamette yang melintasi kota itu.

Lebih dari dua lusin lembaga penegak hukum lokal, negara bagian dan federal, termasuk FBI, berada di kota itu untuk demonstrasi sayap kanan yang dilaporkan menarik orang dari seluruh negeri. Polisi Portland mengatakan 1.000 petugas kota akan bertugas untuk pertemuan itu yang telah dipublikasikan di media sosial dan di tempat lain selama berpekan-pekan.

Baca Juga :
PSK Diganjar Denda Rp. 300 Ribu, Pembuang Limbah Rp. 2 Juta

Presiden Amerika Donald Trump mengindikasikan, Sabtu (16/8/2019) pagi, bahwa ia akan mengambil tindakan terhadap Antifa. Presiden mengatakan dalam cuitan di Twitter, “Sedang mempertimbangkan betul untuk menyatakan ANTIFA sebagai “ORGANISASI TEROR.” Portland sedang diawasi dengan sangat cermat. Semoga wali kota bisa melakukan tugas dengan baik!” [ka/ft] (VOA)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

In the news
Load More
ads