Polisi Gagalkan Peredaran Minuman Keras Lintas Kabupaten

Kapolsek Batulicin Iptu Kristian Sapari Nugroho (kiri) memperlihatkan barang bukti minuman keras hasil sitaan. (ANTARA/Sujud Mariono)

Balinetizen.com, Banjarmasin

Anggota Polsek Batulicin bersama jajaran Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, berhasil menggagalkan peredaran minuman keras lintas kabupaten, dengan barang bukti sebanyak 288 botol dari tangan pelaku NN (30) warga Banjarmasin, yang rencananya akan diedarkan ke Kabupaten Kotabaru dan sekitarnya.

“Pelaku kami amankan beserta satu unit mobil minibus warna hitam DA 7345 FE sebagai barang bukti dalam penyidikan nanti,” kata Kapolsek Batulicin Iptu Kristian Sapari Nugroho di Tanah Bumbu, Rabu.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu saat ini sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 27 Tahun 2005 tentang larangan peredaran minuman beralkohol di wilayah “Bumi Bersujud”, sehingga siapapun yang membawa dan mengedarkan minuman beralkohol di wilayah ini akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan oleh pihak penyidik Polsek Batulicin, apakah yang bersangkutan nanti masuk dalam ranah pidana atau hanya sebatas tindak pidana ringan (tipiring),” katanya.

Dalam kegiatan pencegahan peredaran minuman beralkohol atau yang dikenal dengan minuman keras, pihak Polsek Batulicin juga melibatkan anggota Satuan Narkoba dan Satuan Intel Polres Tanah Bumbu untuk memaksimalkan kegiatan tersebut.

Kapolsek juga menceritakan, kronologis penangkapan berawal dari laporan masyarakat, kalau saat itu pelaku NN diduga sering membawa atau mengangkut minuman keras tanpa izin dari Kota Banjarmasin untuk diedarkan di Kabupaten Kotabaru dan sekitarnya.

“Dalam penindakan hukum kami tidak akan tebang pilih, siapapun itu kalau memang melanggar hukum yang sudah ditetapkan oleh pemerintah akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagai keseriusan dalam penanganan dan pencegahan peredaran minuman keras di Tanah Bumbu dan sekitarnya, kasus tersebut akan diajukan ke pengadilan setempat untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. (Antara)

Baca Juga :
Pakar Sarankan Pembatasan Media Sosial Segera Diakhiri

Leave a Comment

Your email address will not be published.