Anda Punya Info Fintech Nakal ? Laporkan Ke 150505 Atau pengaduan@afpi.or.id

 

 Acara bertajuk “Digital Banking and Fintech Ecosystem Gathering” di Hotel Inna Beach, Sanur Bali, Kamis (22/8/2019).

(Balinetizen.com) Denpasar-

 

Bali merupakan daerah diluar Pulau Jawa yang memiliki database penyaluran kredit untuk entitas (nasabah) terbesar di Indonesia, sehingga disepakati bahwa akhirnya para pelaku financial technology (fintech) yang berada dibawah naungan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melakukan kerjasama dengan Asosiasi Bank pembangunan Daerah (ASBANDA) dan Perbarindo untuk mendukung program pemerintah terkait kerjasama antar industri dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi digital.

“Kami sadar bahwa untuk mendukung semangat pemerintah dalam membangun dan memperkuat ekosistem ekonomi digital, kami siap bergandengan tangan rekan-rekan industri keuangan lainnya untuk dapat menyediakan akses layanan finansial yang lebih mudah dan luas untuk seluruh masyarakat Indonesia,” tutur Sunu Widyatmoko, Wakil Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) saat acara bertajuk “Digital Banking and Fintech Ecosystem Gathering” di Hotel Inna Beach, Sanur Bali, Kamis (22/8/2019).

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Fintech P2P Lending dengan BPR dan BPD. Beberapa fintech yang hadir untuk mengukuhkan kerjasamanya antara lain Maucash, Kredit Pintar, KTA Kilat, Crowde, Aktivaku, Do-it, dan UangTeman.

Disamping itu juga dilakukan diseminasi informasi dan panduan bagaimana sejatinya masyarakat memilih fintech yang baik terutama yang telah terdaftar di OJK saja, dan jika terjadi suatu permasalahan apapun dapat melayangkan aduannya untuk menghubungi hotline service di nomor 150505 atau melalui email ke pengaduan@afpi.or.id utamanya terkait fintech nakal atau ilegal, dan pengaduan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh satgas investasi OJK untuk kemudian bersama dengan Kemkominfo akan melakukan pemblokiran terhadap portal maupun aplikasi abal-abal tersebut.

Baca Juga :
KPU Buleleng Tindaklanjuti Putusan Bawaslu RI terkait Verifikasi Faktual Kepengurusan dan Keanggotaan Partai Prima

Sementara itu, Dirut BPR Kanti Made Arya Amitaba yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi terhadap teknologi finansial yang memiliki banyak keunggulan sudah menjadi kebutuhan masyatakat milenial saat ini.

“Jadi bagi pengelola industri keuangan perlu mengikuti perkembangan teknologi yang ada sehingga tak sampai ketinggalan,” jelas mantan Ketua Perbarindo Bali ini. Amitaba menambahkan melalui kerja sama BPR dengan fintech P2P lending ini banyak sisi positif yang bisa didapat BPR dalam memajukan usahanya. Namun dalam kerja sama itu, BPR juga tetap mempertimbangkan kearifan lokal.

Pewarta : Hidayat
Editor : Whraspati Radha

Leave a Comment

Your email address will not be published.