Dari Kegiatan Pasamuhan Alit Bahasa Bali, Menjadi Bahan untuk Konggres Bulan Bahasa Bali Tahun Depan

Kadis Kebudayaan Propinsi Bali Dr Kun Adnyana membuka kegiatan Pasamuhan Alit Bahasa Bali yang dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 27 sampai dengan 28 Agustus 2019 bertempat di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar.

(Balinetizen.com) Denpasar –

 

Kadis Kebudayaan Propinsi Bali Dr Kun Adnyana membuka kegiatan Pasamuhan Alit Bahasa Bali yang dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 27 sampai dengan 28 Agustus 2019 bertempat di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar ini mengangkat tema “Nangun Sat Kerthi Loka Bali, malarapan antuk nglimbakang Basa, Aksara miwah Sastra Bali ”. Diikuti oleh 100 orang peserta yang akan dibagi kedalam 4 komisi sesuai bidang yang akan dibahas. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Peraturan Gubernur nomor 80 tahun 2018. Selanjutnya hasil Pasamuhan Alit Bahasa Bali akan disosialisakan kepada stakeholder terkait diseluruh Kabupaten/Kota.

Dikatakan lebih DR Kun, bahwa inti dari kegiatan ini ialah untuk menghimpun gagasan-gagsan yang dibahas oleh empat komisi dalam Pasamahun Alit untuk menjadi bahan masukan pada kegiatan Bulan Bahasa tahun 2020 mendatang. “ akan dibahas asecara rinci oleh para komisi, untuk penguatan bulan bahasa bali tersebut,” jelasnya.

Ditambahkan, sesuai Pergub no 80 tahun 2018 ada upaya pula untuk menjaga kelestarian bahasa aksara dan sastra Bali, salah satunya ialh tentang penulisan papan nama, nama jalan, atau pengumuman diruang publik. “Yang mana hal itu diharapkan untuk memadukan antara bahasa indonesia dengan bahasa bali, juga untuk membangun karakter dan jatidiri. Karena secara esensi kebudayaan maju secara nasional, antara lain dari majunya kebudayaan adat dan daerah,”urainya.

Sementara oleh Prof Suarka ketua lembaga Bahasa aksara dan sastra Bali, ditambahkan, selain kegiatan Pasamahun untuk bahan pada kegiatan Bulan Bahasa atau konggres bahasa Bali, adalah pelantikan pengurus lembaga Bahasa aksara dan sastra Bali. “ Hal ini penting karena kedepan, untuk  melakukan perlindungan, perkembangan dan pemanfaatan bahasa aksara dan sastra Bali memerlukan satu lembaga yang memiliki potensi, legalitas dan berbadan hukum,” bebernya.

Baca Juga :
Kemenhub Apresiasi Surat Gubernur Bali, Pelaku Perjalanan Masuk dan Keluar Pintu Bali Harus Negatif Covid-19

Kemudian oleh Gde Nala Antara, dosen UNUD jurusan bahasa Bala mengatakan bahwa dalam acara Pasamuhan Alit  juga akan membicakan hal -hal yang terkait dengan penggunaan bahasa bali baik secara penulisan, dan diruang publik, juga serapan bahasa lain dalam  bahasa bali sertaseiring dengan perkembangan tehnologi dan hal terkait lainnya.“ Semua itu akan menjadi bahan dasar dalam kegiatan pasamuhan agung atau Konggres bahasa bali tahun depan,”imbuhnya.

Dalam pada itu, pemerintah provinsi Bali mengamanatkan pelestarian dan pengembangan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali melalui Peraturan Gubernur Bali nomor 80 tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Salah satu kegiatan untuk pelestarian dan pengembangan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, adalah kegiatan Pasamuhan Alit Bahasa Bali. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali sebelum penyenggaraan Kongres Bahasa Bali. Kegiatan Pasamuhan Bahasa Bali melibatkan Akademisi, Praktisi, Penyuluh Bahasa Bali, Guru-Guru, Dinas Kebudayaan, Dinas Pendidikan, MGMP SMA/SMK dan SMP. Adapun pembahasan dalam kegiatan ini terkait dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam Perlindungan, Penggunaan dan Pengembangan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali dengan topik antara lain,1. Penggunaan Aksara di Ruang Publik, 2. Penyerapan dalam Bahasa Bali 3. Penguatan Sastra Bali dan 4. Bulan Bahasa Bali.(MB) HP.

Pewarta : Heru Prasetyo
Editor : Whraspati Radha

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.