Perangkat AIS Wajib Dipasang Di Kapal Yang Berlayar Di Perairan Indonesia

Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman RI, Safri Burhanudin. (tengah)

(Balinetizen.com) Denpasar  –

 

Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman RI, Safri Burhanudin menjelaskan terkait Peraturan Menteri yang mengatur mengenai pemasangan dan pengaktifan perangkat Automatic Identification System (AIS) pada seluruh kapal berbendera Indonesia dan pengawasan pengaktifan AIS pada kapal asing yang berlayar di wilayah perairan Indonesia.

Kewajiban tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis Bagi Kapal yang Berlayar di Wilayah Perairan Indonesia tertanggal 20 Februari 2019. Selanjutnya, Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal diundangkan, bagi kapal berbendera Indonesia yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut akan dikenakan sanksi tegas.

“Jika ada kapal yang tidak memasang AIS maka Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan memberikan sanksi administratif berupa penangguhan pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sampai dengan terpasang dan aktifnya AIS di atas kapal,” terang Safri saat acara ‘Aksi Bersihkan Sampah Plastik’ Bersama Angkatan Laut negara Chile di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Jum’at (29/8/2019).

Menurutnya, jika ada nakhoda yang selama pelayaran tidak mengaktifkan AIS dan tidak memberikan informasi yang benar maka dikenai sanksi administratif berupa pencabutan sertifikat pengukuhan (Certificate of Endorsement (COE).

Sebagai informasi Sistem Identifikasi Otomatis atau AIS merupakan peralatan navigasi yang penting dalam perkembangan teknonologi keselamatan pelayaran setelah dikenalkannya sistem radar. AIS adalah sistem pemancaran radio Very High Frequency (VHF) yang menyampaikan data-data melalui VHF Data Link (VDL) untuk mengirim dan menerima informasi secara otomatis ke kapal lain, stasiun VTS atau SROP. Dengan menerapkan sistem AIS akan dapat membantu pengaturan lalu lintas kapal dan mengurangi bahaya dalam bernavigasi.

Baca Juga :
Wabup Suiasa Buka Lomba Karaoke Tingkat Lurah/Desa Se-Badung

AIS secara terus menerus akan mengirimkan data kapal seperti nama dan jenis kapal, tanda panggilan (call sign), kebangsaan kapal, Maritime Mobile Services Identities (MMSI), International Maritime Organization (IMO) Number, bobot kapal, data spesifikasi kap

Pewarta : Hidayat
Editor : Whraspati Radha

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.