Eks Wagub Bali Didakwa Rugikan Bos Maspion Hampir 150 Miliar

Mantan Wagub Bali, I Ketut Sudikerta menjalani sidang perdana di PN Denpasar, Kamis (12/9)

Balinetizen.com, Denpasar

Mantan Wagub Bali, I Ketut Sudikerta menjalani sidang perdana di PN Denpasar, Kamis (12/9). Tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dikoordinatori, Ketut Sujaya mendakwa terdakwa Sudikerta melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan serta pencucian uang. “Akibat perbuatan terdakwa saksi korban Alim Markus mengalami kerugian 149 miliar lebih atau hampir 150 miliar,”kata jaksa Sujaya.
Menurut jaksa dihadapan majelis hakim pimpinan Estar Oktavi, perbuatan itu dilakukan Sudikerta tahun 2013 lalu. Awalnya, politisi Golkar itu menawarkan tanah milik Puri Celagi Gendong yang diwakili AA Ngurah Agung (sidang terpisah) pada Alim Markus yang berniat membangun hotel di kawasan Pantai Balangan, Uluwatu. Selain itu, terdakwa Sudikerta juga menawarkan tanah di kawasan itu milik Wayan Wakil (sidang terpisah).
Untuk memuluskan penjualan tanah itu, Sudikerta beberapa kali melakukan pertemuan di rumahnya, Jalan Drupadi, Denpasar dan Restoran Hanamasa, Jalan Drupadi, Denpasar. Pertemuan juga pernah dilakukan di hotel Sangrila, Surabaya. Alim Markus yang diketahui sebagai bos Maspion Grup sempat hadir dalam pertemuan itu.


Singkatnya, Alim Markus akhirnya bersedia membayar tanah yang ditawarkan Sudikerta. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga total keseluruhan mencapai hampir 150 miliar. Apesnya, Alim Markus ternyata tidak bisa menguasai lahan yang dibelinya itu. Pasalnya, sertifikat tanah disebutkan palsu. Sertifikat asli dititipkan di notaris Sujarni. Kasus terbongkar setelah Made Subakat yang diberi kuasa oleh keluarga Wayan Wakil dan AA Ngurah Agung menitipkan sertifikat tanah ke Sujarni . Subakat terkejut hingga menempuh jalur hukum lantaran adanya transaksi penjualan tanah padahal sertifikat asli masih di notaris. “Korban sudah bernegosiasi namun gagal hingga akhirnya melapor ke Polda Bali,” terang jaksa.
Dalam perkara ini jaksa menyita usng 1 miliar dari tangan Sudikerta. Selain itu, jaksa juga menyita gedung di jalan By Pas Sanur yang sebelumnya ditempati kantor pengacara Togar Situmorang.
Usai pembacaanbdakwaan, Sudikerta melalui tim kuasa hukumnya, Gede Astawa dkk langsung membacakan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa. “Kami menolak dakwaan jaksa, kami tidak sependapat dan tidak melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan jaksa,” bantah tim kuasa hukum Sudikerta.
Sementara dakwaan untuk Wayan Wakil dan AA Ngurah Agung hampir sama namun tidak ada penyitaan barang bukti uang dan barang. Dalam perkara ini, Wayan Wakil dan Agung hanya didakwa turut serta melakukan tindak pidana penipuanndan penggelapan serta pencucian uang.

Baca Juga :
Gempa magnitudo 7,3 guncang Kepulauan Mentawai

Leave a Comment

Your email address will not be published.