Bali Interfood 2019 Sepakat Gaungkan Kembali Kejayaan Kuliner Indonesia

Bali Interfood 2019 Sepakat Gaungkan Kembali Kejayaan Kuliner Indonesia

Balinetizen.com, Denpasar

Krista Exhibitions kembali gelar pameran bertaraf internasional, Bali Interfood 2019 bertujuan memperkenalkan dan mengangkat kembali kejayaan makanan dan minuman Indonesia dan akan berlangsung pada tanggal 26-28 September 2019 di Bali Nusa Dua Convention Centre Bali.

Pulau Bali yang sudah terkenal di mancanegara dengan kekayaan seni dan budaya mampu menarik perhatian para wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Disamping itu, keberadaan aneka makanan dan minuman atau kuliner di Bali juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkujung ke Bali.

Oleh karena itu, dengan keberagaman kuliner yang ada di masing-masing Kab/Kota di Bali diharapkan mampu menjadikan Bali sebagai destinasi wisata kuliner. Demikian disampaikan Perry Markus selaku Sekretaris PHRI Bali dalam acara Perss conference Internasional Bali INTERFOOD 2019 di Gedung Bali Tourism Board, Denpasar Senin (23/9/2019).

“Pameran ini juga untuk di inisiasi untuk mengimbangi masuknya berbagai ragam makanan dari luar masuk ke Bali, dan kami mengamati konsentrasi investasi pengembangan pariwisata Bali, termasuk juga Asia dan China melalui kuliner semua. Tinggal kami melihat peluang ini karena setiap wisatawan yang datang pasti suka makan,” terangnya.

Selanjutnya, Ketua Panitia Acara yang merupakan Chief Executive Officer PT. Krista Media Pratama-Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengatakan pameran Bali Interfood 2019 ke-4 ini tentang Makanan & Minuman, Bahan Kue, Teknologi Manajemen Kasir, Pameran berskala Internasional ini turut menampilkan teknologi dalam bidang Makanan, Minuman, Kopi, Teh, Wine, bakery, Kebutuhan Horeca (Hotel, restoran, cafe), Jasa Boga dan berbagai Teknologi Pengemasan.

“Pameran ini akan diikuti dari 100 peserta dari 17 negara didalam pelaksanaan nanti juga menampilkan berbagai macam teknologi terkini yang bermanfaat dalam industri pengolahan makanan dan minuman. Serta berbagai Seminar tentang makanan,” terang Daud D. Salim.

Baca Juga :
Bangun Zona Integritas, Deputi 3 Kemenko Marves Perkuat Peran sebagai Agen Perubahan

Pihaknya berharap Bali Interfood 2019 menjadi sarana yang bermanfaat bagi pelaku usaha kususnya di bidang pangolahan makanan dan minuman serta pendukung lainnya dalam meningkatkan daya saing produk makanan dan minuman yang merupakan industri yang berpengaruh bagi pariwisata di Bali. Dengan bertemunya para pengusaha maupun konsumen tersebut selain dapat memperkenalkan makanan lokal indonesia juga dapat mengembangkan pengetahuan (transfer knowledge). (hd)

Leave a Comment

Your email address will not be published.