IWO Bali Prihatin Atas Kekerasan yang Menimpa Wartawan LKBN ANTARA

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali  Nyoman Sutiawan

Balinetizen.com, Denpasar

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali  Nyoman Sutiawan menyatakan prihatin atas kekerasan terhadap wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA  Muh Darwin Fatir  yang bertugas meliput demonstrasi mahasiswa di Makassar.

‘’Ini jelas melanggar undang-undang pers. Wartawan seharusnnya mendapat perlindungan dari pihak aparat, akan tetapi malah sebaliknya, aparat melakukan tindak kekerasan terhadap korban wartawan antara yang sedang meliput  di lapangan,’’ kata Nyoman Sutiawan, Selasa (24/9).

Pemilik Metrobali.com ini juga sangat menyayangkan pihak apparat tidak menghargai tugas tugas wartawan di lapangan. Tugas wartawan adalah pekerjaan yang mulai, meliput, mengumpulkan data, serta sekaligus menayangkan informasi yang berkembang di lapangan. Oleh karena itu, IWO Bali berharap kasus ini agar mendapat perhatian yang serius  pihak kepolisian, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sebelumnya diberitakan, wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Muh Darwin Fatir menjadi salah seorang korban kekerasan dari aparat keamanan saat meliput demo mahasiswa di Makassar.

Menurut salah seorang wartawan, Ishak dari Makassar Today yang turut meliput bersama Darwin di sekitar Kantor DPRD Sulsel, Selasa, aksi pemukulan terhadap Darwin tidak dilihat karena dia juga sempat kena pukul aparat yang memukul mundur mahasiswa dari depan Gedung DPRD Sulsel.

Tak lama berselang, baru terlihat dari lorong samping show room NV Hadji Kalla yang berada di dekat flyover, diseret beberapa petugas kepolisian.

Wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara (LKBN) Antara, Muh Darwin Fatir menjadi salah seorang korban kekerasan dari aparat keamanan saat meliput demo mahasiswa di Makassar, Selasa (24/9/2019). ANTARA/Suriani Mappong/pri

Kondisi kepalanya berdarah dan di bagian perutnya terlihat bekas sepatu laras. Baju yang dikenakan berwarna putih motif juga terlihat jelas bekas tapak sepatu laras.

Baca Juga :
Gubernur Bali Dampingi Menko Marves, Mendagri, Menkes RI Meninjau Vaksinasi dan Tempat Isoter

Selain Darwin yang mendapat perlakuan represif dari aparat kepolisian, wartawan Ini Kata Ipul juga mendapat kekerasan. Sementara mahasiswa yang demo juga banyak yang luka-luka setelah bentrok dengan aparat keamanan.

Wartawan dan mahasiswa yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat yakni RS Awal Bros. Lobi rumah sakit juga dimanfaatkan untuk menampung mahasiswa yang luka-luka dengan menggunakan tandu seadanya, karena ruangan UGD sudah penuh dengan pasien.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut melalui telepon seluler, enggan berkomentar dengan alasan sementara masih menangani aksi unjuk rasa di lapangan.

Hingga berita ini terkirim, wartawan ANTARA Darwin dan belasan mahasiswa yang terluka masih dalam kondisi penanganan petugas kesehatan di RS Awal Bros. (Antara/023)

Leave a Comment

Your email address will not be published.