Diklat Kepemimpinan IV LHK Makasar Sambangi Denpasar : Adopsi Beragam Konsep Penataan dan Inovasi di Tukad Bindu

Avatar

Ket foto : Kunjungan Banch Marking Diklat Kepemimpinan IV LHK Kota Makasar di Tukad Bindu Rabu (25/9).

Balinetizen.com, Denpasar.

Keberhasilan Tukad Bindu hingga dikenal di kancah nasional dan internasional menjadikan sungai di kawasan Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur ini memiliki daya tarik tersendiri. Tak hanya sebagai obyek wisata, lokasi dengan suasana asri, rindang dan alami ini juga menjadi daya tarik sebagai lokasi banch marking dan kunjungan kerja.

Kali ini, Tukad Bindu Kesiman kembali menerima kunjungan Banch Marking Dikal Kepemimpinan IV Balai Diklat Lingkungan Hindu dan Kehutanan Kota Makasar. Kedatangan rombongan sebanyak 10 oang ini diterima Lurah Kesiman, I Gusti Ayu Suryani bersama Pengurus Yayasan Tukad Bindu di Kawasan Tukad Bindu, Rabu (25/9).

Ketua Rombongan, Arif saat diwawancarai menjelaskan bahwa Rombongan Diklat Kepemimpinan IV Balai Diklat Lingkungan Hindu dan Kehutanan Kota Makasar terdiri atas 10 orang yang mengunjungi Tukad Bindu. Dimana, Banch Marking ini dilaksanakan guna melihat secara langsung dan mempelajari lebih mendalam tentang konsep penataan dan inovasi di Kawasan Tukad Bindu Kesiman.

Lebih lanjut dijelaskan, dipilihnya lokasi di Tukad Bindu ini lantaran keberhasilan Tukad Bindu dalam membangkitkan partisipasi masyarakat untuk ikut aktif menjaga lingkungan. Bahkan usaha ini menjadikan Tukad Bindu dikenal di kancah nasional dan internasional.

“Tentunya banc marking ini dilaksanakan guna mempelajari lebih dalam beragam inovasi dan konsep penataan di Kawasan Tukad Bindu ini untuk dapat diaplikasikan dan diterapkan di Kota Makasar,’ paparnya.

Lurah Kesiman, I Gusti Ayu Suryani menyambut baik kunjungan banc marking dengan memilih lokasi di Tukad Bindu kesiman ini. Dimana hal ini membuktikan keberhasilan seluruh elemen di Tukad Bindu sehingga mapu menjadi daya tarik dan referensi bagi daerah lain.

Baca Juga :
Mendikbud: Zonasi Ketahui Kondisi Pendidikan yang Sebenarnya

Ayu Suryani menambahkan bahwa banch marking ini tentunya dapat menjadi ajang bertukar inovasi antar daerah. Sehingga apa yang dilaksaanakan dapat diterapkan sebagai upaya untuk memberikan edukasi serta mendukung pembangunan berkelanjutan di suatu daerah.

“Kami mengucapkan terimakasih atas dipilihnya Tukad Bindu sebagai lokasi banc marking, besar harapan ajang ini dapat menjadi wahana bertukar inovasi dan pemikiran dalam pengembangan dan penataan sungai, khususnya di Kota Denpasar dan di Kota Makasar,” pungkasnya. (Ags/HumasDps).

Leave a Comment

Your email address will not be published.