New York Times: Pemerintah AS Tolak Bantu Reporter yang Terancam

Edisi awal koran New York Times terlihat di atas meja di ruang berita VOA di Washington, 24 September 2019. (Foto: Diaa Bekheet)

Pemerintahan Donald Trump gagal melindungi seorang reporter New York Times yang dihadapkan pada ancaman penangkapan di Mesir. Hal tersebut memaksa New York Times minta pemerintah Irlandia untuk membantu.

Dalam kolom opini yang diterbitkan pada Senin (24/9), penerbit New York Times A.G. Sulzberger mengatakan, seorang pejabat pemerintah Amerika memberitahu redaktur senior harian itu tentang potensi bahaya yang dihadapi koresponden Declan Walsh pada 2017.

Informan itu mengatakan pemerintahan Trump kemungkinan besar bermaksud membiarkan penangkapan itu berlangsung dan diri Walsh terancam.

“Daripada berusaha mencegah pemerintah Mesir atau membantu reporter itu, pejabat itu berpendapat, pemerintahan Trump bermaksud tidak melakukan apa-apa dan membiarkan penangkapan itu dilakukan,” kata Sulzberger.

“Pejabat itu khawatir akan dikenakan sanksi karena memberi tahu kami tentang ancaman itu,” katanya.

Walsh adalah seorang warga negara Irlandia, dan dia menulis di New York Times pada Selasa bahwa dia menghubungi kantor pers pemerintah Amerika di Kairo. Namun kemudian dia diminta untuk menghubungi kedutaan besar negaranya.

“Dalam waktu satu jam, diplomat Irlandia pergi ke rumah dia dan secara aman mengawal dirinya ke bandara sebelum pasukan Mesir bisa menahan dirinya,” demikian ditulis oleh Sulzberger.

Walsh mengirim cuitan, dia berhutang budi pada seorang diplomat Irlandia yang segera memberi bantuan di tempat yang sulit. “Dia hebat, cepat, dan tidak punya rasa takut. Dan juga pada seseorang di Washington yang mengambil risiko untuk memberi tahu,” kicaunya.

Departemen Luar Negeri Amerika, Selasa (24/9) membantah tuduhan yang dibuat oleh Sulzberger dan Walsh. [jm/pp] (VOA)

Baca Juga :
Wagub Cok Ace Tutup Bulan Bung Karno ke-5 di Bangli

Leave a Comment

Your email address will not be published.