Ketua STIT Jembrana Himbau Mahasiswa Tak Mudah Terprovokasi

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Jembrana, H. Tafsil Saifuddin Ahmad, Lc, M.Pd.I.

Balinetizen.com, Jembrana

Demo mahasiswa di gedung DPR RI pada Senin (24/9) lalu disikapi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Jembrana, H. Tafsil Saifuddin Ahmad, Lc, M.Pd.I.

Menurutnya demo para mahasiswa di gedung DPR RI merupakan suatu peristiwa yang melukai daripada perguruan-perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Memang peristiwa demo ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Namun mengapa melukai karena kemudian aksi tersebut berujung kerusuhan dan pengrusakan yang jelas ini adalah cara-cara yang menodai demokrasi. Karena cara-cara berdemokrasi telah diatur untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di negeri ini.

Ketika terjadi seperti ini lanjutnya, banyak kemudian muncul dugaan-dugaan. “Jangan-jangan dibelakang ada orang-orang yang menginginkan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia hidup kacau, hidup selalu bertengkar dan ini menjadikan Indonesia tidak bisa maju dan tidak bisa damai, sejahtera dan bersatu” ujarnya, Rabu (25/9).

Oleh sebab itu sambungnya, dalam hal ini pihaknya selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Jembrana telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi serta terpengaruh dengan isu-isu atau peristiwa di luar sana. Apalagi ada ajakan berdemo yang kemudian berujung pada suatu pengrusakan, bahkan sampai ada yang luka-luka atau meninggal dunia. “Ini sangat disayangkan” Imbuhnya.

Mudah-mudahan ke depan lanjutnya, para rektor atau ketua perguruan tinggi bisa mengendalikan mahasiswanya dan bisa mangatur mahasiswanya supaya tidak terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang menginginkan bangsa Indonesia ini tidak bersatu. (Komang Tole)

Baca Juga :
Bertambah Tujuh Orang, Satu Dokter Puskesmas Positif Covid-19

Leave a Comment

Your email address will not be published.