Ngaben kolektif gratis, Pemkab Jembrana Bantu 200 juta perkecamatan

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan , Sabtu (28/9) menghadiri Upacara Pitra Yadnya Massal di Pura Dalem Desa Pangyangan Kecamatan Pekutatan.

Balinetizen.com, Jembrana

Mulai tahun 2019 , Pemkab Jembrana menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 juta perkecamatan untuk membantu program ngaben kolektif. Program itu untuk membantu umat khususnya pemenuhan sarana prasarana yadnya.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan , Sabtu (28/9) usai menghadiri Upacara Pitra Yadnya Massal di Pura Dalem Desa Pangyangan Kecamatan Pekutatan.
“ Ya , untuk membantu umat, kita prioritaskan krama miskin. Sudah kita laksanakan di kecamatan Pekutatan , serta Jembrana. Tinggal Melaya , Mendoyo dan Kec. Negara. Anggaran dikelola majelis madya melalui majelis alit masing-masing, “ terang Kembang Hartawan.

Program itu dikatakan Kembang akan berlanjut setiap tahun. “ Gratis tanpa boleh ada pungutan lainnya. Karena Pemkab Jembrana sudah menanggung biaya-biaya seluruhnya, tinggal partisipasi umat secara kolektif mensukseskannya,” ucapnya.

Menurut Kembang, upacara Pitra Yadnya (Ngaben dan Memukur) massal ini merupakan tradisi di Jembrana. Dari acara ini, Kembang mengatakan akan menguatkan gotong royong dan solidaritas warga. “Warga yang jarang bertemu pada akhirnya bisa akrab, dari yang tidak saling kenal menjadi kenal. Menjalin gotong royong untuk menjalankan acara,” imbuhnya.

Ia juga berharap , program yang digagas pertamakalinya tahun ini dapat membantu mengurangi beban umat saat melaksanakan ngaben. “ Ngaben kolektif , lebih efisien waktu dan uang juga. dari pada digelar secara individu . Umat tidak perlu gengsi , tidak perlu juga jor joran , karena esensinya sama sepanjang dilandaskan dengan niat dan pemikiran yang suci melaksanakan yadnya, “ kata Kembang.

Sementara itu, Ketua Majelis Madya Jembrana , I Nengah Subagia menjelaskan upacara ngaben massal ini diselenggarakan untuk meringankan beban warga, mengingat banyak yang sudah bertahun-tahun belum bisa mengabenkan leluhurnya.

Baca Juga :
Resmikan Smelter Nikel di Konawe, Presiden: Akan Tingkatkan Nilai Tambah


“ Upacara ini sepenuhnya gratis ( subsidi) dari Pemerintah Kabupaten Jembrana. Jadi krama peserta tidak dikenai biaya sepeserpun . Semua pembiayaan , baik upacara / upakara sudah termasuk dari dana yang bersumber dari pemkab Jembrana sebesar 200 juta dikelola majelis alit masing-masing . Sama sekali tidak dibenarkan memungut iuran lagi kepada keluarga peserta ngaben , supaya program Pemkab yang bertujuan membantu krama miskin (prioritas) dapat mengena sasarannya , “ kata Subagia.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Jembrana atas bantuan dana yang diberikan sehingga program ini bisa direalisasikan dan membantu umat melaksanakan melaksanakan swadharmanya / membayar hutang terhadap leluhurnya .

Sedangkan pelaksanaan ngaben kolektif dikecamatan Pekutatan, dikatakan Ketua Panitia I Ketut Ardana, prosesi dimulai 4 September 2019 hingga 2 Oktober 2019. Selain upacara ngaben kolektif, dilaksanakan pula upacara metatah (potong gigi) massal dan mepetik massal. “Untuk upacara Pitra Yadnya diikuti 118 peserta berupa upacara ngaben 49 peserta, memukur 29, ngelungah 40 peserta. (Humas Pemkab Jembrana )

Leave a Comment

Your email address will not be published.