Sidang Penipuan : Wayan Wakil Pakai Kursi Roda

Avatar

Wayan Wakil menggunakan kursi roda ke persidangan dikarenakan sulit berjalan akibat penyakit diabetes yang dideritanya selama ini.

Balinetizen.com, Denpasar

Sidang perkara penipuan penjualan tanah di Pecatu dengan terdakwa eks Wagub Bali, Ketut Sudikerta, Wayan Wakil dan AA Ngurah Agung ditunda, Kamis (3/10). Ketiga terdakwa sempat didudukkan di kursi terdakwa secara bersamaan meski berkas perkara terpisah. Sidang sempat dibuka  oleh majelis hakim yang diketuai Estar Oktavi dengan agenda pemeriksaan saksi. Koordinator tim penuntut umum, Ketut Sujaya menyampaikan saksi korban berhalangan hadir, sedang pergi ke luar negeri. “Saksi korban menyampaikan akan hadir tanggal 10 mendatang,”jelas jaksa Sujaya.

Ssedianya, tim penuntut umum akan menghadirkan enam orang saksi. Dari keenam saksi itu, hanya notaris Ni Wayan Sujarni dan wayan Sentosa hadir di ruang sidang.
Terkait kondisi sidang ini, tim pengacara terdakwa Sudikerta sempat dimarahi hakim. Pasalnya, Nyoman Dila langsung meminta pemeriksaan saksi korban diperiksa duluan mengacu KUHAP.  “Saudara jangan mengajari, tunggu,” hardik hakim yang membuat sidang terdiam sejenak.

Sementara Agus Sujoko selaku koordinstor penasihat hukum terdakwa Wayan Wakil dan AA Ngurah Agung meminta sidang ditunda bila saksi korban tidak hadir. “Majelis hakim yang mulia, kami mohon sidang ditunda agar jaksa bisa menghadirkan saksi saudara Alim Markus,” pinta Agus Sujoko.

Hakim ketua Estar Oktavi setelah berunding dengan hakim anggota akhirnya memutuskan penundaan sidang. “Kita lanjutkan sidang tanggal 10 minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi korban,” kata hakim Estar Oktavi.

Sementara itu, sebelum sidang ditutup, Agus Sujoko menyampaikan Wayan Wakil menggunakan kursi roda ke persidangan dikarenakan sulit berjalan akibat penyakit diabetes yang dideritanya selama ini.

Dijelaskan pengacara yang berlatarbelakang aktivis LSM ini sesuai penetapan dari majelis hakim dalam perkara no 1007 / Pid B / PN Dps maka pada tanggal 27 September 2019 telah dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa wakil di RS Sanglah. ” Dalam pemriksaan tersebut pihak dokter RS Sanglah menyarankan agar terdakwa di rawat inap krana kondisi terdakwa yg menderita penyakit diabetis akut,” terang Agus Sujoko.

Baca Juga :
Gerindra Karangasem Sumbang 100 Pakaian Pelindung di RSUD Karangasem

Akan tetapi lanjut Agus Sujoko petunjuk dokter ahli itu tidak bisa dilaksanakan karena penetapan dari majelis hanya berlaku satu hari. Karenanya terdakwa dalam kondisi sakit dikembalikan ke lapas. “.Awalnya pihak lapas menolak krana kondisi terdakwa yang butuh perawatan. Pihak lapas bisa menerima dengan catatan terdakwa berada di klinik lapas dan meminta agar terdakwa bisa segera kembali dirawat di RS,” imbuh Agus Sujoko pada hakim.

Berdasarkan kondisi ini, terdakwa melalui tim penasihat hukumnyablangsung mengajukan permohonan pengalihan penahanan agar terdakwa dapat di rawat lebih layak demi kemanusiaan. “Permohonan saudara kami terima untuk dimusyawarahkan diterima atau ditolak,” jawab hakim Estar sambil menutup sidang. (NT-MB)

Leave a Comment

Your email address will not be published.