Begini Strategi Widhi Adnyana Calon Perbekal Desa Kukuh Kerambitan Naikkan Pendapatan Asli Desa

I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd salah satu calon Perbekel Desa Kukuh

Balinetizen.com, Tabanan

Pemilihan Perbekel Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan sebentar lagi akan memasuki tahap Pencoblosan yaitu pada hari Sabtu 26 Oktober 2019 mendatang. Menurut rencana Pencoblosan akan dilaksanakan di 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di masing-masing Banjar Dinas. Kendati proses pencoblosan masih cukup jauh justru masing-masing calon perbekel gencar melakukan kampanye yang kali ini difasilitasi oleh Panitia Pemilihan Perbekel Desa Kukuh.

Adalah I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd salah satu calon Perbekel Desa Kukuh yang dicalonkan oleh Masyarakat Dusun Samsaman Alas, Dusun Samsaman Kelod serta Dusun Kukuh Kangin ketika ditemui seusai melakukan Kampanye di Dusun Kukuh Kawan kemarin (7/10) malam menyatakan dirinya berkomitmen menjaga dan melaksanakan mandate dari masyarakat yang telah mencalonkannya serta enggan untuk membuat kecewa para pendukungnya. Untuk itu Nyoman Widhi bekomitmen untuk mewujudkan visinya dengan sebaik-baiknya.

Dari 9 Misii yang dirancang untuk mewujudkan Visinya yaitu Memperkokoh Berbagai Aspek Kehidupan Masyarakat Desa Kukuh Sebagai Inti Pembangunan untuk Mewujudkan Kesejahteraanan dan Kebahagiaan Melalui Pembangunan Secara Transparan, Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi yang dilandasi semangat Gotong Royong, Solidaritas, Pengabdian serta Ketulusan, pada point ke-4 tertuang misi tentang Perekonomian Desa yaitu Membangun dan meningkatkan kemandirian & perekonomian desa secara optimal dengan menggali dan mengembangkan potensi desa di segala sektor.

Menurut Nyoman Widhi, mengenai perekonomian Desa Kukuh dalaam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Desa selama ini tidak optimal sehingga tidak berkontribusi maksimal dalam rangka menambah sumber pemasukan keuangan Desa. “PADes Desa Kukuh Kerambitan selama ini Pemasukannya Rp. 0 Setiap tahun anggarannya sehingga bisa dikatakan Desa Kukuh selama ini belum mampu digali potensi perekonomiannya padahal kita tahu Desa Kukuh ini potensi perekonomiannya cukup berpotensi untuk dimaksimalkan, tergantung bagaimana pemimpinnya memimpin dan membuatkan strategi” Ujar Nyoman Widhi.

Baca Juga :
Menteri Susi Ancam "Tenggelamkan" Pembuang Sampah Plastik ke Laut

Strategi pun akhirnya disampaikan oleh Nyoman Widhi, menurut Pria Mantan Guru TIK 2008-2011 di SMA Negeri 1 Kerambitan ini memaparkan bahwa diperlukan strategi yang holistic dalam rangka membangkitkan dan mengembangkan perekonomian Desa Kukuh. “Sudah Jelas, satu-satunya perusahaan milik Desa adalah Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. BUMDes ini harus di gerakkan. Sejak beberapa tahun yang lalu Desa Kukuh sudah Memiliki BUMDes tapi tidak bisa Jalan karena tidak dibuatkan Peraturan Desa oleh perbekel sebelumnya. Hanya dibentuk dan dibiarkan begitu saja tidak diperkuat secara hukum dengan Peraturan Desa. Itu sudah lama lo dibentuk BUMDes, kasian Pengurusnya yang ditugaskan tapi tidak dilengkapi Perdes, kan sama dengan Perang tanpa membawa senjata. Sangat pantas jika Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali menemukan temuan terkait BUMDes di Desa Kukuh pada Bulan Juli 2019 yang lalu. Untuk itu, saya berkomitmen apabila terpilih nanti, BUMDes ini harus serius kita garap dan saya pastikan maksimal 3 bulan pertama setelah dilantik, Perdes tentang BUMDes, SOP dan rancangan Unit-unit BUMDes ini beres sehingga segera bisa beroperasi. Target saya Tahun 2020 nanti BUMDes Desa Kukuh yang bernama Kukuh Winangun ini sudah berkontribusi nyata dalam rangka menambah Pendapatan Asli Desa Kukuh, Astungkara” Jelasnya.

Ditanya mengenai penyertaan modal BUMDes, Nyoman Widhi menyampaikan bahwa prihal penyertaan modal dari Desa dan pihak swasta sangat dimungkinkan dan akan dilakukan dalam rangka optimalisasi permodalan BUMDes Desa Kukuh. “Masalah dimana cari modal itu sudah jelas dalam Peraturan Menteri PDTT Nomor 4 Tahun 2015 mengijinkan bahwa Penyertaan Modal BUMDes dapat bersumber dari Desa tersebut atau dari pihak-pihak swasta lain termasuk bias melalui kerjasama dari pihak swasta, sudah jelas sekali itu tinggal Buatkan Perdes, SOPnya, Siapkan Tim Operasional dan Manajemennya, Bergerak mencari Modal, lalu implementasi. Kita kerja Nyata saja nanti, jangan diam dan melempem pada tahap wacana” imbuh Nyoman Widhi.

Baca Juga :
Wawali Denpasar : Gotong Royong Perlu Dilestarikan

Editor : Whraspati Radha

Leave a Comment

Your email address will not be published.