Trump Tinggalkan Milisi Kurdi, Israel Cemas dengan Keandalan Trump

Avatar
ads

Papan pemilu Partai Likud bergambar Presiden AS Donald Trump (kiri) bersalaman dengan Ketua Likud sekaligus Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di sebuah jalan di Yerusalem, 16 September 2019.

Selama tiga tahun terakhir, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sangat mendukung Presiden Donald Trump. Dan sebagai imbalan sambutan hangat kepada Trump, Israel memperoleh beberapa kemenangan diplomatik.

Tetapi penarikan Amerika dari Suriah timur laut, dan meninggalkan sekutu Kurdi, menimbulkan pertanyaan terhadap pendekatan PM Israel itu dan keandalan Trump sebagai sahabat. Terutama, ada kecemasan kalau musuh besar Israel, yakni Iran, bisa menjadi nekat akibat apa yang tampak sebagai kebijakan cuci tangan Amerika di kawasan.

“Israel mengira Trump itu pemimpin yang spesial, dan berpandangan sama dengan mereka,” kata Dan Shapiro, mantan dubes Obama untuk Israel.

“Kini mereka dihadapkan pada kenyataan, nalurinya untuk mengisolir Amerika, dan pengambilan keputusannya yang asal-asalan dan impulsif, bisa sangat merugikan kepentingan Israel.”

Netanyahu beberapa kali diuntungkan oleh Trump. Seperti misalnya, keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Juga penarikan Amerika dari JCPOA, atau persetujuan nuklir dengan Iran.

Keprihatinan Israel juga semakin besar menyusul serangkaian kejadian di mana Trump mundur dari kemungkinan konfrontasi militer. Pada Juni Trump mendadak membatalkan sebuah serangan terhadap Iran setelah pesawat tak berawak Amerika ditembak jatuh. Trump juga tidak mau melakukan tindakan militer sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap fasilitas minyak Arab Saudi.

Kekhawatiran Israel dengan keputusan-keputusan Trump yang dinilai tidak tegas ini adalah, Iran bisa nekad dan meningkatkan kegiatan yang agresif dan bermusuhan di Suriah, Lebanon, dan Irak. [jm/pp] (VOA)

Baca Juga :
Badung Gelar Kreatifitas Anak Usia Dini 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like

In the news
Load More
ads