Tuntutan Salah, Majelis Hakim Batalkan Sidang

Terdakwa (rompi merah) keluar ruang sidang

Balinetizen.com, Denpasar

Ini.benar-benar sidang tidak biasa terjadi. Seorang jaksa pengganti salah dalam membacakan tuntutan pada terdakwa. Majelis hakim pun akhirnya membatalkan sidang untuk dilanjutkan minggu depan. Sidang aneh ini terjadi pada terdakwa Vidiana Sulastri. Ibu rumah tangga itu sesuai agenda sidang sebelumnya akan dituntut oleh jaksa , Senin (14/10).

Persoalannya saat dihadapkan majelis hakim yang diketuai Dewa Budi Wadsara justru isi tuntutan yang dibuat jaksa I Nyoman Triarta Kurniawan, terjadi salah penulisan.

Saat itu Jaksa I Gede Agus Suraharta selaku jaksa pengganti tengah membacakan isi tuntutan. Namun begitu menyatakan tuntutan hukuman yang diajukan, Jaksa Agus langsung terhenti.

“Maaf yang mulia, untuk agenda tuntutan terhadap terdakwa mohon ditunda. Ini isi tulisan tuntutan dan angka yang dimohonkan berbeda. Karena saya sebagai jaksa pengganti tidak berani memutuskan,” kata Jaksa Agus dihadapan majelis hakim.

Ternyata dalam isi tuntutan tertulis hukuman selama sebelas tahun penjara. Sedangkan dalam bentuk angka tertera 10 tahun penjara. Atas kesalahan tersebut, majelis hakim juga memutuskna untuk menunda.

Untuk diketahui terdakwa yang tinggal di Kedonganan, Kuta Selatan ini diduga terlibat dalam kasus kepemilikan puluhan klip sabu, dan beberapa butir ekstasi.

Pada dakwaan, jaksa mendakwa terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Serta pasal pasal 132 ayat (1) Jo. Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan kedua.

Terdakwa diamankan polisi Selasa (9/4) di Jalan Bantas Kangin No. 12 Kedonganan, Saat penggeledahan ditemukan satu plastik klip berisi kristal bening diduga narkotika jenis shabu dan 1 plastik klip berisi 1 butir tablet warna orange diduga narkotika jenis ekstasi, 1 butir ekstasi warna biru dan 1 butir ekstasi warna hijau.

Baca Juga :
Bupati Suwirta Resmi Buka Onniu Klungkung League U16

Kemudian dilanjutkan penggeledahan di kamar kos dan kembali ditemukan beberapa klip lagi berisi sabu dan ekstasi. “Total seluruhnya yang diamankan ada 29 klip plastik berisi sabu dan ekstasi,” ungkap Jaksa.

Terdakwa mengaku pertama kali mengkonsumsi narkotika jenis shabu dan ekstasi sekitar tiga tahun yang lalu. Setelah sempat lama berhenti kemudian kembali lagi mengkonsumsi sejak setahun lalu.

Bahwa biasanya terdakwa membeli shabu dari orang yang terdakwa kenal bernama BADRA .
Adapun 29 (dua puluh sembilan) plastik klip yg masing-masing berisi kristal bening narkotika jenis shabu dan ekstasi 5 klip diantaranya milik Badra. (NT-MB)

Leave a Comment

Your email address will not be published.