Sumardi Segera Kordinasikan ke Dinsos Prihal Penghentian Bantuan Untuk Komang Bagong

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, I Nengah Sumardi

Balinetizen.com, Karangasem

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, I Nengah Sumardi mengaku akan segera berkordinasi terkait dengan Dinas Sosial Kabupaten Karangasem terkait dengan keluhan mengenai dihentikannya bantuan untuk salah seorang warga asal Banjar Perasi Kauh, Desa Pertima, Karangasem yag mengalami kondisi gangguan kejiwaan sejak dilahirkan.

Keluhan ini ia terima ketika datang langsung kerumah warga bersangkutan setelah sebelumnya mendapatkan informasi bahwa ada salah seorang warga yang mengalami gangguan kejiwaan dan kondisinya cukup memprihatinkan.

“Kami sangat prihatin melihat kondisinya, dikurang didalam sebuah ruangan yang benar – benar jauh dari kata layak dan akan segera berkordinasi dengan Dinas Sosial,” kata Nengah Sumardi.

Warga tersebut bernama, I Komang Bagong. Lelaki berusia 40 tahun ini dikatakan oleh pihak keluarganya mengalami gangguan kejiwaan sejak ia dilahirkan. Kondisinya saat ini cukup memperihatinkan dimana pihk keluarga terpaksa membuatkan sebuah ruangan kecil agar Bagong tidak pergi kemana – mana.

“Adik saya ini memang sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak lahir, kami lakukan ini agar ia tidak hilang lagi seperti kemarin disamping takut tiba – tiba mengamuk mengganggu kenyamanan warga,” kata I Ketut Sukranata adik kandung dari Komang Bagong ketika Wakil Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi datang melihat kondisi Bagong dirumahnya pada Rabu (16/10/2019).

Dengan alsan inilah pihak keluarga terpaksa membuatkan ruangan khusus untuk Komang Bagong. Sebelumnya, Bagong sendiri juga sempat menjalani perawatan di RSJ Bangli hanya saja ketika menjalani proses pengobatan, Bagong sempat dipukuli oleh pasien gangguan jiwa lainnya yang diajaknya tinggal dalam satu ruangan sehingga pihak keluarga memutuskan untuk merawat Bagong dirumah saja.

Selain itu kepada Sumardi, Sukranata juga mengungkapkan bahwa bantuan dari pemerintah yang sebelumnya sempat Kakaknya terima setiap bulannya sebesar Rp. 300 ribu kini tak lagi diterimanya semenjak masa kepemimpinan Mantan Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg berakhir tahun 2014 silam dengan alasan yang tak diketahuinya. (SUA)

Baca Juga :
Kunjungi ‘Kawasan Segitiga Emas’ Kalteng, Presiden Tinjau Lokasi Calon Ibu Kota

Leave a Comment

Your email address will not be published.