Rusia, China Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Perdamaian Afghanistan

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, saat bertemu dengan Utusan AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalizad di Kabul, 2 September 2019. (Foto: dok).

Rusia dan China melakukan upaya-upaya diplomatik baru untuk membantu memulai kembali perundingan perdamaian yang macet antara AS dan pemberontak Taliban untuk mengakhiri perang di Afghanistan, di mana perang yang berkelanjutan di sana kembali menelan korban jiwa hari Jumat (25/10).

Presiden Donald Trump pada awal September mendadak menghentikan dialog yang telah berlangsung setahun dengan Taliban, setelah serangkaian serangan maut pemberontak di ibukota Afghanistan, Kabul, menewaskan beberapa orang, termasuk seorang tentara Amerika.

Hari Jumat (25/10), Moskow menerima perunding utama AS, Zalmay Khalilzad, bersama-sama dengan utusan China dan Pakistan, untuk mengevaluasi proses perdamaian Afghanistan dan membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk menghidupkan kembali pembicaraan itu, kata sumber-sumber resmi di Islamabad.

Sebuah pengumuman AS menjelang pertemuan di Moskow itu telah menyebutkan bahwa Khalilzad akan bertemu dengan mitra-mitranya dari Rusia dan China untuk “mendiskusikan kepentingan bersama dalam mengupayakan berakhirnya perang di Afghanistan.”

Suatu pernyataan bersama diperkirakan akan dikeluarkan setelah konsultasi empat pihak ini.

Muhemmed Aejaz, ketua delegasi Pakistan, dalam cuitan setelah pertemuan itu menyatakan bahwa para partisipan “berharap dan sepakat untuk mempercepat penyelesaian damai masalah itu melalui proses perdamaian yang dimiliki dan dipimpin Afghanistan.”

Rusia memprakarsai proses dialog tahun ini dan telah menjadi tuan rumah pertemuan intra-Afghanistan dalam beberapa bulan ini untuk mengakhiri perang. Rusia meyakini bahwa berlanjutnya Instabilitas di sana mendorong kelompok-kelompok teroris seperti ISIS untuk membangun kubu pertahanan di wilayah Afghanistan yang akan mengancam sekutu-sekutunya di Asia Tengah.

Pertemuan terakhir delegasi keempat negara itu diadakan di Beijing pada Juli lalu, sewaktu pembicaraan AS-Taliban telah mencapai tahap maju, dan kedua pihak yang bermusuhan dalam perang 18 tahun di Afghanistan itu meyakini mereka sudah hampir mencapai perjanjian perdamaian.

Sementara itu China juga sedang bersiap-siap menerima perunding Taliban yang berbasis di Qatar dan para utusan dari Afghanistan, termasuk para pejabat pemerintah Kabul, untuk mengikuti konferensi intra-Afghanistan selama dua hari mulai 28 Oktober mendatang.

Baca Juga :
Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Diskerpus. Badung Launching Kartu Anggota Perpustakaan Wali Sakti

Taliban mengemukakan dalam suatu pernyataan bahwa Beijing telah mengundang mereka ke konferensi itu dan delegasinya akan berpartisipasi di bawah pimpinan kepala kantornya di Qatar, Mullah Abdul Ghani Baradar. [uh/lt] (VOA)

Leave a Comment

Your email address will not be published.