Penyandang Disabilitas Punya Hak yang Sama

Avatar

Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PHP dan PKA) I Made Atmajaya saat membuka parinting di Gedung Wanita Santhi Graha, Jumat (1/11).

(Balinetizen) Denpasar-

Semua anak mempunyai hak yang sama seperti anak-anak lainnya dalam memperoleh pelayanan tanpa memandang latar belakang dan kondisi fisik. Kesempatan sama juga dimiliki penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas berhak mendapatkan pendidikan dan tumbuh kembang seperti anak normal lainnya. “Itu jadi tugas kita bersama bagaimana penyandang disabilitas punya kesempatan mendapatkan haknya. Bisa dengan berbagai cara, salah satunya memberikan perhatian khusus pada anak,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PHP dan PKA) I Made Atmajaya saat membuka parinting di Gedung Wanita Santhi Graha, Jumat (1/11).

Lebih lanjut Ia menambahkan dengan begitu pembangunan inklusif bisa berjalan sesuai diharapkan. Pembangunan inklusif itu bukan berarti harus menciptakan suatu kekhususan, melainkan para pihak yang melakukan pembangunan harus memiliki cara pandang hasil pembangunan bisa dinikmati semua orang. Hal-hal itu yang harus terus-menerus disampaikan, terutama berkaitan dengan layanan umum supaya punya cara pandang inklusif. Disamping itu para orang tua yang mempunyai anak inklusi jangan pernah malu. Bahkan diharapkan menjadi suatu hal lebih mengingat harus memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak iklusif. Sehingga diharapkan anak-anak disabilitas terpenuhi hal sebagai fungsi mahluk sosial. Disamping itu orang tua harus menjadi role model bagi anak-anaknya terutama anak disabilitas. Laksmi Dharmayanti juga menambahkan dengan adanya dukungan sosial akan menambah kepercayaan anak berkebutuhan khusus dilingkungan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut dalam parenting tersebut juga diberikan berbagai materi terkait anak seperti dampak internet addiction dan penanganan kasus kekerasan pada anak serta pengasuhan bagi anak disabilitas.

Baca Juga :
HUT TNI Ke 74 Tahun 2019, Kodim 1610 Klungkung Gelar Bakti Sosial Dan Karya Bakti

Terkair pengasuhan anak disabilitas Aritya Widianti menyampaikan bagaimana penangan awal terhadap anak disabilitas. Untuk itu harus benar-benar memahami bagaimana anak berkebutuhan khusus sehingga dalam kumonikasi juga harus lebih diefektifkan. “Saya harapkan para orang tua memahami karakter anak yang berkebutuhan khusus,” ujarnya

Terkait internet addiction yang disampaikan Dr.dr. Anak Ayu Sri Wahyuni menyampaikan di era sekarang ini anak-anak dimanjakan dengan alat komunikasi gedged. Bahkan dampaknya sangat luar biasa bila tidak perhatian serius terhadap pengunaan gedged bagi anak. Ini akan sangat mempengaruhi perkembangan mental anak termasuk juga prilaku anak. Mengingat gedged akan memberikan berbagai informasi termasuk juga akan membuat anak kecanduan terhadap penggunaan gedged. Terlebih lagi anak telah kecanduan game online. Disini peran orang tua sangat dibutuhkan sehingga anak dapat mengurani penggunaan gedged. “Kami harapkan para orang tua memberikan perhatian serius terhadap perkembangan anak terutama saat menggunakan gedged,” ujarnya.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Leave a Comment

Your email address will not be published.