Dokter Terbatas, Dirut RSU Kertayasa Temui Bupati Artha

Dokter Terbatas, Dirut RSU Kertayasa Temui Bupati Artha

Balinetizen.com, Jembrana 

Tingkat kunjungan pasien ke Rumah Sakit Umum Kertayasa terus menurun. Bahkan tingkat hunian kamar di salah satu rumah sakit swasta di Jembrana itu perbulannya hanya termanfaatkan 10-15 persen. Hal ini disinyalir karena minimnya tenaga dokter , utamanya spesialis yang praktek di rumah sakit tipe D itu.

Guna mencari solusi, Direktur Utama RSU Kertayasa, dr. Mustika Kurniawati bersama mantan Dirut, dr. I Ketut Naba serta  Direktur Eksekutif, Sr. Dominika dan beberapa anggota yayasan  Yayasan menemui Bupati Jembrana I Putu Artha bertempat di ruang VIV, Senin(7/10).

Dirut RSU Kertayasa, dr. Mustika Kurniawati mengaku, kehadirannya, selain ingin bersilaturahmi sebagai dirut yang baru juga menyampaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi khususnya yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan termasuk minta kepada Bupati agar memberikan kebijakan untuk penambahan ijin praktek dokter khususnya  dokter anak dan dokter kandungan.

Kebijakan itu dianggap mendesak guna melindungi keberadaan salah satu rumah sakit swasta itu. Pasalnya, saat ini Surat ijin praktek ( SIP)  untuk dokter spesialis anak dan SPOG hanya diisi oleh dokter pengganti. “Sesuai SIP yang ada di RSU kami, dokternya sudah memasuki pensiun bahkan tinggal di denpasar. Namun demikian, sebagai penggantinya kami sudah posisikan dokter spesialis namun SIPnya tidak di RSU Kertayasa. Praktis untuk melayani pasien BPJS tidak bisa. Ini menjadi kendala, ”kata Sr. Dominika.

Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha yang didampingi Kadis Kesehatan, dr. I Putu Suasta diakui, kalau di Jembrana secara ideal memang sangat jauh kekurangan dokter spesialis. Meski demikian, pihaknya selau memberikan peluang bagi para dokter untuk bisa bekerja dan praktek di Jembrana termasuk. “Kekurangan tenaga spesialis selalu menjadi kendala kita dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Memang benar sekali kita(Jembrana) sangat kurang dengan dokter-dokter spesialis. Untuk mengatisipasi kebutuhan dokter di RSU Kertayasa, saya harapkan dinas terkait segera mengambil langkah-langkah kordinasi, “ terang Artha.

Baca Juga :
Kecamatan Manggis Nambah Satu PDP

Secara prinsip, Artha juga sependapat  prinsifnya kami sangat setuju dokter spesialis anak dan SPOG di RSU Kertayasa segera bisa terealisasi sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak menjadi kendala.

Secara bertahap kita dari pemerintah daerah juga berusaha terus menambah kuota dokter spesialis di Jembrana. Salah satunya melalui kerjasama pendidikan , beberapa dokter PNS di Jembrana tengah sekolah mengambil spesialis. Lulus nanti diwajibkan kembali mengabdi ke Jembrana,  “ lanjutnya.

Ia juga mengatakan keberadaan rumah sakit swasta sangat penting di Jembrana , guna bersinergi dengan pemerintah daerah meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. “-

Sedangkan Kadis Kesehatan dr. I Putu Suasta, mengaku akan segera menindaklanjuti usulan yang disampaikan oleh RSU Kertayasa. Secara internal , Ia juga berharap manajemen Kertayasa terus berbenah , terus berinovasi , mampu memberikan pelayanan baik kepada masyarakat.(Humas Pemkab Jembrana)

Leave a Comment

Your email address will not be published.