Tiga Pimpinan Partai dan Nasdem di Jembrana Matangkan Koalisi

Tiga Pimpinan Partai dan Nasdem Matangkan Koalisi

Balinetizen.com, Jembrana

Koalisi tiga partai politik (parpol) Golkar, Gerindra dan Demokrat semakin menjadi kenyataan. Menjelang tahapan Pilkada Jembrana 2020 pembicaraan ketiga pimpinan parpol terus berlanjut.

Teranyar, Nasdem ikut bergabung didalamnya. Bahkan seusai memperingati ulang tahun Golkar ke 55, keempat pimpinan parpol yang didampingi masing-masing sekretaris partai larut dalam pembicaraan serius di lantai II gedung Sekretariat Golkar di Jalan Gatot Subroto, Kota Negara.

Ketua PLT DPD Golkar Jembrana Made Suardana mengatakan, pertemuan pimpinan parpol ini memang diawali oleh Partai Golkar serangkaian HUT Golkar ke 55.

“Kami (Golkar, Gerindra dan Demokrat) dari awal memang kompak. Sekarang ada Nasdem. Ini sangat membanggakan karena adik terkecil kita (Nasdem) mau bergabung. Disini tidak ada senior atau yunior, kita semua sama” terang Suardana ditemui awak media, Minggu (17/11).

Pertemuan tersebut lanjutnya, merupakan komunikasi lintas partai dengan tujuan kepentingan Pilkada 2020 yang akan datang. Masing-masing partai juga telah mempersiapkan diri dengan melakukan penjaringan, dimana Golkar sudah memulainya.

“Kemauan ada, tapi kekuatan belum ada, jadi kami berkomunikasi dan berkoordinasi dengan partai lain” ujarnya.

Keinginan untuk berkoalisi sambungnya, sebenarnya sudah dilakukan dari dulu. Koordinasi koalisi dan tahapan-tahapan sudah dilakukan, bahkan dengan pembicaraan-pembicaraan. “Kita harus bersatu untuk bisa mengusung dalam pilkada Jembrana. Mudah-mudahan pertemuan awal ini bisa menjadi koalisi permanen” ungkap Suardana.

Tujuan dari koalisi kata Suardana, menginginkan suatu perubahan di Jembrana, tapi perubahan tujuan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat Jembrana. Jadi koalisi yang dibangun harus mempunyai pemikiran yang sama. “Dulu kami bertiga, sekarang berempat karena ada Nasdem. Kami juga tidak meninggalkan partai lain seperti PKB, PPP dan Hanura” jelasnya.

Baca Juga :
Ombudsman RI Memantau Program Inovasi KRIS  118  Pemkab Klungkung

Untuk calon menurutnya tergantung surve yang nantinya didukung secara bersama-sama dan yang terpenting sumber pendanaan. Terkait nama tentunya yang mudah dan gampang diingat. “Calon dari Golkar yang muncul ada Widastra dan saya (Suardana) dan ada tokoh” imbuhnya.

Hal sama disampaikan Ketua DOC Partai Gerindra, Kade Darma Susila. Untuk calon menurutnya, calon yang memang dikehendaki oleh masyarakat. “Jadi yang menentukan (calon) masyarakat. Kami partai sebagai wadahnya sehingga aspirasi masyarakat tertampung” ujarnya.

Terkait calon kata Darma Susila, pihaknya sepakat tidak ada ego sektoral. Siapapun yang diinginkan masyarakat, itu yang nantinya didukung menuju perubahan Jembrana yang lebih baik. “Yang sekarang bukannya tidak baik, tapi kami menginginkan ada perubahan menuju Jembrana yang lebih baik” tandasnya

Sementara Ketua Partai Nasdem Jembrana Made Dwi Masti mengatakan, pihaknya bergabung kedalam koalisi merupakan hasil rapat dan petunjuk dari DPD Nasdem. “Dalam pileg lalu kami memiliki 5 persen suara. Kemana dibawa. Kami sudah minta petunjuk. Dari DPD diserahkan ke cabang. Jadi kami, Nasdem ikut koalisi” pungkasnya. (Komang Tole)

Leave a Comment

Your email address will not be published.