GANNAS Minta Jangan Lagi Ada Polemik Wacana Bubarkan BNN

Ketua Gerakan Anti Narkoba Nasional Prov. Bali Yusdiana MY, SH. (kanan)

 

Balinetizen.com,Denpasar-

 

Ketua Gerakan Anti Narkoba Nasional Prov. Bali Yusdiana MY, SH mengaku sangat kecewa dengan ocehan yang dilontarkan Masinton Pasaribu, anggota Komisi III DPR RI yang mewacanakan mau membubarkan BNN (Badan Narkotika Nasional), Pihaknya sangat yakin ide tersebut keluar secara emosional tanpa memperhatikan landasan dan kajian akademis apa pun.

Menurut Diana MY panggilan akrabnya, berdasarkan hukum BNN yaitu Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika bahwa sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) Indonesia, yang mempunyai dan melaksanakan tugas Pemerintah dibidang P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) termasuk psikotropik, prekursor dan bahan adiktif lainnya.

“Kami meminta untuk tidak lagi ada polemik atau berwacana untuk membubarkan BNN sebab BNN itu dilindungi oleh Undang Undang dan ada payung hukumnya,” tegas Diana usai pertemuan sejumlah pegiat anti narkoba di Gedung BNNP Bali di Denpasar, Bali (3/12/2019).

Sebagai Penggiat dan Duta Anti Narkoba Diana MY mengakui BNN sudah bekerja semaksimal mungkin dan kita harus akui keberhasilan kenerja BNN selama ini dalam pemberantasan peredaran bandar narkoba. “Jadi tak seharusnya anggota DPR RI mengeluarkan sembarang bicara untuk berwacana membubarkan BNN,” tuturnya

Pihaknya khawatir, Jika BNN dibubarkan maka mafia narkoba akan menyambut dengan gembira dan mereka akan berpesta pora serta bertepuk tangan.

“Kami sebagai Penggiat Anti Narkoba mengecam keras untuk wacana membubarkan BNN dan kami akan terus bersama BNN kampanyekan P4GN,” pungkasnya.

Pewarta : Hidayat
Editor : Whraspati Radha

Baca Juga :
18 Regu "Adu Strategi" dalam Gerak Jalan Kocak-Kreatif HUT RI ke 74

Leave a Comment

Your email address will not be published.