Rai Mantra Hadiri Upacara Mecaru dan Melaspas Prahyangan Desa Adat Peguyangan

Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat mundut ida sesuhunan, menyerahkan sertifikat purna pugar dan ngaturang punia, Jumat  (6/12).

 

Ingatkan Jaga Cagar Budaya Jangan Sampai Punah

Balinetizen.com,Denpasar-

Bertepatan dengan Sukra Kliwon Wuku Watugunung (6/12) ratusan warga Desa Adat Peguyangan, melaksanakan upacara Mecaru dan Melapas Prahyangan  Desa Adat Peguyangan lan Peresmian Purna Pugar Bale kulkul, gedong ratu puseh dan gedong ratu desa. Pelaksanaan upacara disaksikan langsung Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, yang pada kesempatan ini berkesempatan sekaligus mundut ida sesuhunan, menyerahkan sertifikat purna pugar dan ngaturang punia.

Sebelum upacara Mecaru dan Melaspas Prahyangan  Desa Adat Peguyangan lan Peresmian Purna Pugar Bale kukulkul, gedong ratu puseh dan gedong ratu desa di mulai, acara di awali dengan tabuh pengawit, pesantian dipersembahkan tari wali  Rejang  dan Tari Topeng Sidakarya.

Restorasi pura haruslah sesuai dengan undang undang cagar budaya, restoorasi boleh saja  dilakukan akan  tetapi jangan sampai menghilangkan sejaarah dari bagunan pura itu sendiri. Dikarenakan sejarah itu merupakan dasar kemampuan kita hidup dalam peradaban hiidup ini, demikian disampaikan Walikota Rai Mantra saat memberikan sekapur sirih di hadapan warga Desa Adat Peguyangan.

Lebih lanjut dikatakan, dimana peradaban itu merupakan sebuah kemampuan untuk memaknai nilai-nilai kehudupan dan budaya itu merupakan sebuah kebiasaan. Jadi restorasi sebuah bangunan kuno itu harus tetap ada nilai-nilai sejarahnya jangan sampai hilang. Karena di Desa Peguyangan ini dan di Denpasar sudah ada banyak jejak-jejak sejarah dan itu harus dipertahankan, agar kita bisa memaknai hidup ini berdasarkan peradaban dari leluhur kita.

“Saya sangat mengapresiasi warga Desa Adat Peguyangaan yang masih mempertahankan nilai-nilai sejarah pura walau sudah di restorasi dengan memperbaharui beberapa bagian bangunan tanpa merubah bagian inti sejarah dari bangunan tersebut”, ujar Rai Mantra.

Baca Juga :
Empat Panel, Pameran Kolaborasi Mahasiswa Seni Rupa 4 Perguruan Tinggi di Bali

Sementara Bendesa Adat Peguyangan, I Ketut Sutama mengatakan, restorasi bangunan di pura desa adat peguyangan ini sudah dilaksanakan kurang lebih 3 bulan dengan merestorasi bangunan gedong ratu puseh, gedong ratu desa, meru lan gedong bale agung, penyengker pura, pembangunan bale santi, bale pesaneka, prasarana bumd, penaatataan lingkungan pura dan  jaba sisi gebongan semua.

“Saya mewakili warga Desa Adat Peguyangan meengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota Denpasar karena sudah bisa hadir dan mengikuti uapacara Mecaru dan Melasppaaass Prahyangan  Desa Adat Peguyangan lan Peresmian Purna Pugar Bale kulkul, gedong ratu puseh dan gedong ratu desa. Serta Pemkot denpasar karena sudah memeberikan perhatiannya dan stimulan kepada warga  Desas Adat Peguyangan. Kami juga pasti akan ikut melaksanaka program Ppemkot Denpasar untuk melindungi bangunan-bangunan cagar budaya dan sejarah yang ada di desa kami”, pungkas Sutama.

Sumber : Humas Pemkot Denpasar

Leave a Comment

Your email address will not be published.